Biak,- sorotjakarta.com Menjelang agenda peringatan 17 Agustus, pimpinan daerah meminta agar seluruh permintaan dukungan dan publikasi dari rekan-rekan wartawan disalurkan melalui jalur resmi, yaitu Dinas Komunikasi dan Informatika serta Bagian Humas Sekretariat Daerah.
Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan singkat bersama panitia, Sabtu 15 Agustus 2026. Dalam pertemuan itu, pimpinan juga berkoordinasi dengan Ketua Panitia, Pak Gunadi, terkait dukungan untuk teman-teman wartawan.
“Saya sudah tanya ke Ketua Panitia Pak Gunadi. Beliau sampaikan sudah Kita bicara jujur dan terbuka supaya tidak ada lagi pemberitaan bahwa tidak ada perhatian dari komunitas,” ujar Bupati Biak.
Ia menegaskan, jika ada rencana menaikkan berita atau ucapan, maka tidak perlu ditujukan secara pribadi.
Saya punya dinas teknis Infokom,” kata Markus, ada di Sekretariat Daerah, ada Sekretaris, ada Humas. Komunikasi dengan dua institusi ini. Tawarkan ucapan langsung ke sana,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu pimpinan juga menyinggung data dari Pak Gunadi terkait 14 orang wartawan yang akan mendapat perhatian. Data tersebut diminta segera ditindak lanjuti oleh Ibu Fioana wartawan juga yang bersama tim panitia.
“saya bisa konsentrasi pada pilihan upacara di Universal, tanpa harus berpikir lagi ada yang tertinggal,” katanya Bupati
Ia menekankan bahwa bantuan yang diberikan kepada semu, bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk melayani puluhan ribu warga yang setiap saat membutuhkan tidak untuk wartawan saja.
Pimpinan juga mengingatkan agar semua pihak berhati-hati terhadap modus permintaan bantuan. Ia mencontohkan ada pihak yang meminta bantuan dengan mengirim nomor rekening, padahal sebelumnya sudah pernah dibantu untuk oknum tersebut.
lanjut Bupati, ada pula kasus lain yang mengaku keluarganya telah meninggal dan mengirimkan foto.
“Saya lihat baik-baik. Kalau tipu nanti ketahuan. Yang penting kita tetap jaga komunikasi dan sinergitas Kita kerja untuk membangun daerah, tapi jangan saling menjatuhkan,” ujarnya pula.
Terkait komunikasi, ia menjelaskan hanya menggunakan satu nomor telepon untuk semua grup dan koordinasi. Karena keterbatasan waktu dan banyaknya tanggung jawab, Bupati memohon pengertian jika tidak semua pesan bisa dibaca satu per satu.
Pertemuan ditutup cepat karena pimpinan harus segera bersiap untuk agenda 17-an yang waktunya semakin dekat.”pintanya.(hwk)
