Juli 21, 2026

Jayapura, sorotjakarta.com.
Dewan Adat Kainkain Karkara Byak Sup Tabi menggelar rapat pembentukan Panitia Musyawarah Besar (Mubes) II Tahun 2026 di Kota Jayapura, Minggu (19/7/2026). Rapat ini menjadi langkah awal untuk mempersiapkan pelaksanaan Mubes II dan memperkuat konsolidasi masyarakat adat Biak yang bermukim di wilayah adat Tabi.

Rapat dipimpin oleh Ketua Dewan Adat Kainkain Karkara Byak Manfun Apolos Sroyer Hadir mendampingi antara lain,Mananwir Dorus Awom, Selaku Mananwir Sup Tabi, Mananwir Diter Wospakrek selaku Mananwir KKB Bar Keerom,Diedrik Kbarek,selaku Manfasfas Kota Jayapura, mewakili Mananwir Kota Jayapura Aryoko Rumaropen, Pedro Inggabouw selaku Manfasfas KKB Bar Kabupaten Jayapura, dan Mananwir Niko Mamoribo selaku Mananwir Bar Mamberamo Raya. Mananwir Bar Sarmi berhalangan hadir.

Turut hadir pula para Mananwir Bar/Keret Byak Sup Tabi, tokoh intelektual, perwakilan pemuda, perempuan, mahasiswa, serta masyarakat Biak dari Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Mamberamo Raya.

Pembentukan panitia dilakukan untuk menyempurnakan struktur kepanitiaan dan melengkapi komposisi di setiap bidang kerja. Hal ini agar seluruh tahapan pelaksanaan Mubes II dapat berjalan efektif sesuai rencana.

Mubes II dijadwalkan akan dilaksanakan dalam waktu dekat sebagai forum tertinggi organisasi adat masyarakat Biak di Tanah Tabi.

Dalam arahannya, Manfun Apolos Sroyer menegaskan bahwa Mubes merupakan agenda strategis dalam memperkuat kelembagaan adat Biak di Tanah Tabi.

Musyawarah Besar merupakan momentum untuk memperkokoh kelembagaan adat kita. Lembaga adat harus hadir menjaga persatuan masyarakat Biak sekaligus melindungi kepentingan masyarakat adat yang hidup di Tanah Tabi,” ujar Sroyer.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Biak untuk memegang teguh nilaib”Babe Oser”sebagai simbol persatuan dan kekuatan.

Babe Oser harus menjadi pegangan bersama. Nilai ini ibarat tiang kokoh yang menopang kehidupan masyarakat Biak dalam menjaga adat dan budaya, serta melestarikan hutan, tanah, dan laut sebagai warisan bagi anak cucu kita di masa mendatang,” tegasnya.

Manfun Apolos menyoroti tantangan yang dihadapi masyarakat adat saat ini. Menurutnya, terdapat upaya penguasaan tanah dan sumber daya alam oleh pihak luar tanpa menghormati hak-hak masyarakat adat, serta adanya politik adu domba yang memecah persatuan antar mananwir, kepala suku, marga, dan keret.

Karena itu, orang Biak harus tetap kuat dan bersatu. Persatuan adalah modal utama untuk menjaga hak-hak masyarakat adat serta mempertahankan tanah, hutan, laut, adat, dan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur,” ujarnya.

Menanggapi pemberitaan terkait adanya dualisme atau tigalisme kelembagaan adat Biak, Manfun Apolos Sroyer menegaskan tidak ada dualisme dalam struktur kepemimpinan Kainkain Karkara Byak.

Selama ini masyarakat adat diurus oleh Manfun Apolos Sroyer yang diakui dan diterima memimpin organisasi adat ini, yaitu Kainkain Karkara Byak, melalui Musyawarah yang menghadirkan 9 mananwir bar pada tahun 2017 dan berlanjut sampai 2023 sebagai Manfun,” jelasnya.

Ia berharap seluruh masyarakat adat Biak di mana pun berada tetap bersatu membangun kebersamaan “Babe Oser Byak” sebagai sesama orang Biak.

Rapat tersebut menghasilkan susunan Panitia Pelaksana Mubes II Kainkain Karkara Byak Sup Tabi Tahun 2026 sebagai berikut:
Ketua Pdt. Naboth Menufandu,S.Th
Sekretaris,Willem W Padwa, SE, M.Si
Bendahara, Simone Baab, SE
Koordinator Bidang Acara/Persidangan,Perlengkapan/Dekorasi, Usaha Dana/Konsumsi

Rapat pembentukan panitia ini diharapkan menjadi awal dari suksesnya penyelenggaraan Mubes II dan melahirkan program-program strategis untuk memperkuat eksistensi masyarakat adat Biak di Tanah Tabi dalam menghadapi tantangan pembangunan dan dinamika sosial ke depan.(herikson.k)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!