Juli 12, 2026

Sorotjakarta,-
Indonesia Arena, Senayan, Jakarta menjadi saksi bisu kemeriahan acara puncak Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 2026 yang digelar pada Minggu (12/7/2026). Mengusung tema besar “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, perhelatan tahun ini dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta jajaran pejabat negara, penggerak koperasi, dan ribuan anggota koperasi dari berbagai penjuru tanah air.

Acara puncak ini menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran koperasi sebagai pilar utama perekonomian bangsa yang adaptif, profesional, dan mandiri di era modern.

Koperasi Merah Putih Sleman Jadi Sorotan dan Percontohan

Di tengah kemeriahan acara, kehadiran Koperasi Desa Merah Putih Taman Martani dari Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berhasil mencuri perhatian. Koperasi yang awalnya bermula sebagai sebuah mock-up ini kini dinilai sukses berkembang pesat menjadi salah satu koperasi percontohan, khususnya bagi wilayah DIY.

Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM DIY, Setyo Hastuti M. P. yang turut hadir dalam acara tersebut, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian luar biasa Koperasi Merah Putih Sleman. Menurutnya, koperasi ini telah berhasil melakukan berbagai inovasi bisnis yang berorientasi langsung pada kesejahteraan anggotanya.

“Tentu kami bangga sekali. Ini adalah salah satu koperasi percontohan dari DIY yang awalnya mock-up, sekarang sudah berhasil berkembang pesat. Bahkan, mereka menjadi yang pertama di Indonesia yang berhasil mendirikan gerai klinik mandiri tanpa kerja sama pihak luar,” ujar Hastuti saat ditemui di lokasi acara.

Lebih lanjut, Hastuti menjelaskan beberapa terobosan yang sedang dan akan dijalankan oleh Koperasi Merah Putih Sleman, di antaranya:
• Layanan Kesehatan Mandiri: Sukses mendirikan gerai klinik kesehatan mandiri pertama di Indonesia yang tidak terikat kerja sama eksternal.

• Integrasi BPJS: Rencana pengembangan layanan ketenagakerjaan dan kesehatan melalui integrasi BPJS bagi para anggotanya.

• Penyedia SPPG (Susu, Pencernaan, dan Gizi): Koperasi ini juga tengah bersiap masuk ke dalam pasar kompetitif dengan menjadi supplier program SPPG nasional.

“Kepengurusan koperasi ini sangat profesional dan cenderung fokus pada pengembangan bisnis yang manfaatnya kembali lagi ke masyarakat. Ini yang membuat kami di DIY bangga, apalagi harapan dari Bapak Gubernur memang menghendaki DIY menjadi percontohan. Koperasi Merah Putih dan Taman Martani telah membuktikan hal itu,” tambahnya.

Harapan Masa Depan: Sejahtera Bersama Koperasi

Melalui momentum Hari Koperasi Nasional 2026 ini, Dinas Koperasi dan UKM DIY berharap masyarakat luas semakin sadar akan manfaat nyata dari berkoperasi. Koperasi bukan lagi sekadar lembaga keuangan tradisional, melainkan sebuah wadah ekonomi inklusif yang mampu menyejahterakan anggotanya secara berkelanjutan.

“Harapan kami, kemajuan koperasi-koperasi ini bisa menyadarkan masyarakat bahwa bergabung dengan koperasi dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Ini adalah target jangka panjang yang ingin kita wujudkan,” tutur Setyo Hastuti optimis.

Ia meyakini, dengan jumlah anggota Koperasi Merah Putih Sleman yang saat ini sudah melampaui 1.000 orang, dampak positif dan keuntungan berkoperasi akan semakin cepat menyebar luas. Model keberhasilan ini diharapkan dapat diduplikasi oleh daerah-daerah lain agar tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya” dapat benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!