Juli 2, 2026

Biak Numfor,-
Festival Biak Munara Wampasi tahun 2026 akan kembali menjadi panggung pelestarian budaya Biak. Kemeriahan festival ini akan diisi dengan parade Wor dan Suling Tambur yang melibatkan total 900 peserta dari berbagai grup budaya.

Kepala Seksi Objek dan Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor, Isak Awom dipercayakan sebagai koordinator kegiatan parade. Ia bertugas mengkoordinir seluruh rangkaian Parade Wor dan Suling Tambur agar berlangsung tertib dan meriah.

Berdasarkan data panitia, parade tersebut akan diikuti oleh 24 grup Wor, dan 6 grup Suling Tambur. Setiap grup terdiri dari 30 orang peserta, dengan komposisi tersebut jumlah keseluruhan peserta ditargetkan mencapai 900 orang.
Panitia juga mencatat bahwa sejumlah group tidak dapat hadir sepenuhnya, sementara beberapa group lainnya baru bisa bergabung di lokasi kegiatan. Namun jumlah 900 orang tetap menjadi acuan perhitungan resmi peserta.

Selain menjadi ajang hiburan, Festival Biak Munara Wampasi mengusung harapan besar untuk pelestarian budaya Biak. Salah satu fokusnya adalah pengembangan jumlah grup budaya, baik Suling Tambur maupun Wor agar tradisi ini tetap hidup dan tidak punah.

Peran generasi muda menjadi kunci dalam upaya tersebut. Generasi muda diharapkan menjadi penerus yang menjaga dan mengembangkan budaya Biak.

Di samping itu Kepala Dinas Parawisata Kabupaten Biak Numfor bapak Onny Dangeubun S.Ip.MM, berharap kecintaan generasi muda terhadap Wor dan Suling Tambur semakin besar, sehingga budaya Biak dapat terus berkembang dan semakin digemari di masa mendatang.

Festival ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dalam menjaga warisan budaya melalui keterlibatan aktif masyarakat dan generasi penerus.

2026 akan kembali menjadi panggung pelestarian budaya Biak. Kemeriahan festival ini akan di isi dengan parade Wor dan Suling Tambur yang melibatkan total 900 peserta dari berbagai group budaya.(Herikson)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!