Sorotjakarta,-
Japfa kembali menggelar ajang catur internasional bertajuk Japfa Chess Tournament 2026 yang berlangsung di Tavia Heritage Hotel pada 22–26 Mei 2026. Turnamen tahunan ini diikuti total 350 peserta dari delapan negara dan menjadi salah satu ajang bergengsi bagi pecatur nasional maupun internasional untuk meraih rating internasional.
Ketua wasit turnamen, Stefani Dian Cherry Tri Astuti menjelaskan bahwa peserta terbagi dalam dua kategori, yakni kategori Open dan Challenger.
“Total keseluruhan peserta ada 350 peserta. Untuk kategori Open ada 62 peserta dan kategori Challenger sebanyak 288 peserta,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan.
Ia menambahkan, turnamen kali ini diikuti peserta dari delapan negara, di antaranya Indonesia, Australia, Italia, Jerman, Jepang, dan Malaysia, Australia dan Uzbekistan
Kehadiran para pecatur mancanegara menjadi bukti bahwa turnamen tersebut semakin mendapat perhatian internasional.
Menurut Stefani, Japfa Chess Tournament merupakan program rutin tahunan yang telah berjalan sejak sekitar tahun 2016. Namun kegiatan sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 dan kembali digelar mulai 2024.
“Ini memang program rutin tahunan dari Japfa. Setelah sempat off karena Covid, sekarang kembali diadakan dan menjadi agenda tahunan lagi,” katanya.
Pada penyelenggaraan tahun ini terdapat perbedaan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya pertandingan digelar di Gedung Serbaguna Senayan, kini turnamen naik kelas dengan penyelenggaraan di hotel berbintang.
Tahun ini bisa dibilang upgrade karena pertandingan internasional biasanya memang digelar di hotel,” jelasnya.
Stefani menyebut turnamen tersebut juga menjadi bagian dari program pembinaan catur yang dilakukan Japfa melalui Java Chess Club. Selama lebih dari 25 tahun, komunitas tersebut aktif membina pecatur muda dan rutin mengadakan berbagai kompetisi, baik tingkat nasional maupun internasional.
“Mereka punya program pembinaan untuk anak-anak pecatur dan beberapa juga ikut bermain di turnamen ini. Programnya sudah berjalan sekitar lima sampai enam batch,” ungkapnya.
Selain memperebutkan hadiah uang tunai, turnamen ini diharapkan dapat membantu peningkatan rating internasional para pecatur Indonesia. Sebab, salah satu syarat memperoleh rating internasional adalah bertanding dalam turnamen bertaraf internasional atau federated tournament.
“Harapannya tentu dengan adanya turnamen internasional di Indonesia, pemain catur Indonesia lebih mudah mendapatkan rating internasional. Kalau rating naik, otomatis peringkat Indonesia di dunia maupun Asia Tenggara juga bisa meningkat,” tuturnya.
Ia juga berharap semakin banyak pihak yang tertarik menyelenggarakan turnamen serupa guna mendukung perkembangan olahraga catur nasional.
Dalam pembukaan kegiatan turut hadir perwakilan Komite Olahraga Nasional Indonesia, termasuk Wakil Ketua KONI, serta Deputi III Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.(yr)
