Mei 23, 2026

Sorotjakarta,-
Pengembangan energi nuklir kembali menjadi sorotan sebagai salah satu solusi strategis dalam mendukung kebutuhan energi nasional di masa depan. Pakar aplikasi energi nuklir, Prof. Dr. Syaiful Bakhri, menilai Indonesia perlu mulai mempersiapkan penerapan teknologi reaktor generasi baru yang lebih adaptif, aman, dan mampu menjawab tantangan kebutuhan industri.

Dalam wawancara dengan awak media, Prof. Dr. Syaiful Bakhri menjelaskan bahwa perkembangan teknologi reaktor nuklir telah mengalami berbagai tahapan, mulai dari konsep terdahulu hingga pengembangan reaktor generasi terbaru.

Menurutnya, gagasan pengembangan teknologi reaktor di Indonesia telah melewati sejumlah tahapan, mulai dari konsep reaktor gas temperatur tinggi hingga pengembangan reaktor generasi yang lebih modern. Saat ini, perhatian mulai diarahkan pada reaktor generasi keempat yang dinilai memiliki keunggulan lebih baik dari sisi efisiensi dan pemanfaatan energi.

“Harapannya reaktor generasi keempat ini dapat diimplementasikan menjadi salah satu tipe Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia,” ujar Prof. Syaiful Bakhri usai acara sidang terbuka majelis pengukuhan Profesor Riset, Kamis, 21/5/2026 di Jakarta.

Ia menjelaskan, rencana pengembangan energi nasional juga berkaitan dengan proyeksi kebutuhan pembangkit listrik dalam jangka panjang.

Dalam skenario yang diproyeksikan, pengembangan kapasitas energi hingga tahun 2040 dan 2060 akan membutuhkan dukungan teknologi yang matang dan berkelanjutan.

Prof. Syaiful menilai teknologi HTGR (High Temperature Gas-cooled Reactor) menjadi salah satu opsi yang menjanjikan karena dinilai lebih siap untuk diintegrasikan dengan kebutuhan industri masa depan.

Menurutnya, teknologi tersebut tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk pembangkitan listrik, tetapi juga berpotensi mendukung kebutuhan industri lain, seperti proses produksi hidrogen dan berbagai kebutuhan bisnis berbasis energi bersih.

“Teknologi ini nantinya dapat dikombinasikan dengan kebutuhan industri, termasuk untuk mendukung produksi hidrogen dan berbagai proses industri lainnya,” jelasnya.

Pengembangan teknologi nuklir, lanjutnya, tidak hanya berbicara mengenai pembangkitan energi semata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem energi nasional yang lebih berkelanjutan, efisien, serta mampu mendukung target transisi energi Indonesia di masa mendatang.

Dengan semakin meningkatnya kebutuhan energi nasional dan tuntutan penggunaan energi rendah emisi, pemanfaatan teknologi nuklir modern dipandang dapat menjadi salah satu alternatif strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!