Mei 20, 2026

Sorotjakarta,-
Universitas Panca Sakti (UPS) Bekasi bekerja sama dengan Universitas Mitra Bangsa dan Universitas IPWIJA memperkenalkan keterampilan ecoprint kepada para santri Pondok Pesantren Al Umana serta masyarakat Desa Kebon Manggu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program hibah penelitian fundamental yang diperoleh dosen dari ketiga perguruan tinggi tersebut.

Tim peneliti terdiri dari Munir Azhari, SE., MM. dan Dwi Mahroji, S.Si., M.Si. dari Universitas Mitra Bangsa, Dr. Supriyadi, S.T.P., M.Pd. dari Universitas Panca Sakti Bekasi, serta Ir. Besar Agung Martono, MM., DBA. Penelitian ini difokuskan pada pengembangan keterampilan ecoprint sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat berbasis kreativitas dan pemanfaatan sumber daya alam lokal.

Kegiatan pra-penelitian dipusatkan di Pondok Pesantren Al Umana, Desa Kebon Manggu, Kabupaten Sukabumi. Kehadiran tim peneliti disambut langsung oleh pimpinan Pondok Pesantren Al Umana, KH. Mindjali Abdul Ghani Syarif, bersama Kepala Desa Kebon Manggu, Rasnita Diharja.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dr. Dra. Nurwulan Kusuma Devi, MM., Drs. Haspul Nasser, M.Si., serta Karunia Dwi Putra, SE.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari pimpinan Pondok Pesantren Al Umana yang menyampaikan apresiasi atas dipilihnya pesantren tersebut sebagai lokasi penelitian. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Kepala Desa Kebon Manggu yang menyatakan dukungannya terhadap program yang dinilai dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Selanjutnya, ketua tim peneliti memaparkan maksud dan tujuan pemilihan Pondok Pesantren Al Umana dan Desa Kebon Manggu sebagai lokasi penelitian. Ia menjelaskan bahwa penelitian ini akan mulai dilaksanakan pada awal Juni 2026 dengan fokus pada transfer keterampilan ecoprint kepada santri dan masyarakat setempat.

“Penelitian ini diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak langsung berupa peningkatan keterampilan, kreativitas, dan peluang ekonomi bagi santri maupun masyarakat Desa Kebon Manggu,” ujar ketua tim peneliti.

Melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi ini, para peneliti berharap keterampilan ecoprint dapat menjadi bekal produktif bagi masyarakat, sekaligus mendorong terciptanya inovasi berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!