April 3, 2026

Sorotjakarta,-
Tramadol adalah obat pereda nyeri golongan opioid yang seharusnya hanya digunakan dengan resep dokter untuk nyeri sedang hingga berat.

Jika dikonsumsi sembarangan, terutama oleh remaja, akan beresiko serius, antaralain:

• Efek ke otak: membuat euforia (fly), menyebabkan pusing, bingung, hingga gangguan kesadaran

• Gangguan napas: pada dosis tinggi bisa menekan pernapasan yang dapat berisiko kematian

• Kejang: tramadol memiliki efek meningkatkan risiko kejang, apalagi jika dicampur alkohol atau obat lain

• Gangguan mental: dapat memicu cemas, depresi, bahkan perilaku agresif

• Overdosis: sangat mungkin terjadi karena pengguna tidak tahu batas aman

Menurut dr Ngabila Salama
Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sekaligus praktisi kesehatan masyarakat Indonesia, obat tramadol memiliki dampak khsusus pada generasi muda.

Dampak Tramadol khusus pada generasi muda

Pada remaja, dampaknya lebih berat karena otak masih berkembang:

• Mengganggu perkembangan otak & emosi

• Menurunkan konsentrasi hingga prestasi sekolah turun

• Meningkatkan perilaku berisiko (tawuran, kecelakaan, penyalahgunaan zat lain)

• Bisa jadi pintu masuk ke narkoba yang lebih berat

Obat Tramadol dapat menyebabkan ketergantungan, sebab Tramadol termasuk golongan opioid, sehingga dapat:

• Menimbulkan ketergantungan fisik & psikologis

• Tubuh jadi “butuh” dosis makin lama makin tinggi

• Jika berhenti mendadak muncul gejala putus obat berakibat : gelisah, nyeri yubuh, keringat dibgin, sulit tidur,

“Inilah yang membuat pengguna sulit lepas” ujar Ngabila Salama lagi.

Peredaran Tramadol ilegal

Obat keras seperti tramadol yang dijual bebas tanpa resep berakibat:

• Sering tidak terkontrol dosis & kualitasnya

• Bisa palsu atau tercampur zat berbahaya

• Sangat berisiko disalahgunakan, terutama oleh anak muda.

Ngabila Salama mengingatkan masyarakat bahwa, tramadol itu bukan obat biasa, tapi obat keras golongan opioid. Jika disalahgunakan tanpa resep dokter, risikonya bisa sampai kejang, gangguan napas, bahkan kematian. Pada remaja, ini juga bisa merusak masa depan karena menyebabkan ketergantungan. Jadi penting sekali kita bersama-sama mencegah peredaran obat ilegal dan meningkatkan edukasi ke generasi muda.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *