Sorotjakarta,-
Pernyataan Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya yang menyebut izin Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Jawa Timur dapat dicabut menuai kritikan keras. Ketua Umum Punggawa Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Jawa Timur, Moh. Ali Muhsin mengaku geram atas statmen anggota legislatif tersebut.
“Pernyataan itu, tidak pantas diungkapkan oleh anggota DPRD. Apalagi, pesantren, alumni dan masyarakat masih dalam suasana duka yang begitu dalam,” ujar Muhsin saat Rakernas PGMNI di Jakarta
Menurutnya, jika izin tersebut dicabut justru santri akan menjadi korban. Sebab nantinya mereka tidak akan memiliki semangat belajar dan melanjutkan pendidikanya. “ini dampak negatifnya akan jauh lebih besar,” ucapnya.
Seharusnya, legislatif atau pemerintah maksimal memberikan edukasi kepada pesantren. Seperti bagaimana prosedur, persaratan dan proses untuk izin pembangunanya.
“Terkadang soal perijinan ini sangat ribet, itu yang membuat pengelola pesantren tidak semangat untuk mengurus izin – izin yang ditentukan,” ungkapnya.
Pondok pesantren sumbangsihnya kepada negara sangat besar dalam ikut mencerdaskan anak bangsa. Bahkan historisnya, pesantren berdiri sebelum bangsa Indonesia merdeka. ” Itu tidak sebanding dengan perhatian pemerintah kepada pesantren-pesantren di Indonesia,”tambah Ketua Punggawa Madrasah Nasional Indonesia, Provinsi Jawa Timur ini.
Dengan peristiwa ini, harusnya, legislatif memperjuangkan bagaimana anggaran untuk madrasah atau pesantren lebih ditingkatkan lagi. Sebab pada realitasnya, anggaran pendidikan dibawah naungan kementrian pendidikan dan kementrian agama itu sangat timpang.
“Kami melihat pendidikan dibawah naungan kemenag masih dianak tirikan,” ucapnya.
Dengan peristiwa ini, juga membuka mata publik, bahwa pemerintah memang tidak maksimal dalam memperhatikan pesantren. Pembangunan infrastruktur pesantren selama ini dibangun dengan mengandalkan swadaya masyarakat. Tidak seperti bagaimana pemerintah menganggarkan secara khusus untuk pembangunam sekolah- sekolah.
“Di pesantren itu swadaya masyarakat, ada uang ya bangun, tidak ada diberhentikan dulu. Jadi pesantren sangat berjasa sekali pada bangsa dan negara,” ungkpanya.
Dengan adanya peristiwa ini, Saya berharap masyarakat tidak berkomentar negatif tentang pesantren. “Mari kita lihat bagaimana pesantren itu telah melahirkan ulama, pemimpin pemimpin bangsa”pungkasnya.(yr)
