Maret 7, 2026

Sorotjakarta,-
Bagi para pencinta kuliner dan kain tenun khas daerah Sulawesi Tenggara silahkan berkunjung ke Jakarta International Convention Center (JICC) pada acara Kreasi Bhayangkari Nusantara 2025, yang berlangsung pada 23- 27 Juli 2025. Disana pengunjung dapat melihat seluruh motif kain tenun khas dari masing-masing Kabupaten dan Kota se Sulawesi Tenggara yang sarat akan filosofinya.

Diketahui hasil tenun tersebut dipromosikan dan didatangkan langsung dari Sultra oleh PD Bhayangkari Sulawesi Tenggara dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke 73.

Ketua Bhayangkari Yani DA Widjanarko mengatakan pada awak media di booth yang berlokasi di Hall B JICC pada Rabu, 23/7/2025 dirinya bersama pengurus PD Bhayangkari Sultra memperkenalkan berbagai produk unggulan dari pengrajin Sultra yang menjadi mitra binaannya untuk memperkenalkan produk-produk unggulan ke kancah nasional sebagai wujud sinergitas Bhayangkari bersama UMKM untuk mendorong kemandirian ekonomi bangsa.

Menurut istri Kapolda Sultra ini, secara khusus dalam KBN 2025 memperkenalkan kain batik Bombana dan tas wanita dari kain tenun Bombana. Batik Bombana memiliki ciri khas pada motif dan warnanya yang terinspirasi dari alam dan budaya lokal. Adapun motif batiknya adalah Bosu-bosu, Burusininta dan Sosoronga.

Untuk tas wanita, kata Ketua PD Bhayangkari terbuat dari kain tenun khas Sultra secara umum dengan gambar sepasang pengantin adat Kendari. Kain tenun Sultra memiliki berbagai motif diantaranya motif rafa dara, motif sasoronga, motif burisininta, motif bosubosu dan tenun Bombana dikenal dengan penggunaan warna-warna cerah yang mencerminkan keindahan alam dan budaya lokal

Diketahui motif kain tenun Sultra secara umum mencerminkan kekuatan, ketahanan dan semangat juang masyarakat Sultra.

Motif ini juga melambangkan persatuan dan kekompakan, serta penghargaan terhadap pemimpin.

Tidak hanya kain tenun yang diperkenalkan dalam ajang KBN, namun juga berbagai hasil produk unggulan bidang kuliner khas Sultra yang cocok sebagai camilan ada di KBN antaralain kacang mete, keripik mete, keripik pisang, keripik jagung keju yang digoreng atau dipanggang hingga renyah. Produk camilan ini tersedia dalam berbagai rasa seperti gurih, pedas dan manis dengan harga yang terjangkau.

Istri orang nomer 1 di Kepolisian Daerah Sultra ini, mengaku tengah menjalin kerjasama dengan Dekranasda Provinsi Sultra untuk mengembangkan kain batik dan tenun Sultra pasalnya tenun Sultra banyak digunakan oleh desainer namun tidak diprodukai oleh pengrajin Sultra.

Menurutnya, kain tenun tersebut merupakan warisan budaya lokal nusantara yang harus terus di lestarikan dan dipromosikan agar lebih dikenal.

“Saat ini kain tenun Sultra banyak digunakan desainer namun sayangnya kain tersebut tidak di buat oleh pengrajin tenun Sultra.” Tandasnya.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *