Tambrauw,-
Mananwir (Kepala sub suku) Bar Biak Karon (Bikar) Yunus Rumansara sekaligus pimpinan Sidang Mubes ke 1 Kainkain karkara Byak Karon(Bikar) saat di wawancarai awak media,” dengan kata sapaan yang berbahasa biak,
“Jou suba ma Kasumasa” yang di artikan dalam bahasa Indonesia “(salam hormat dan terimakasih)”.
Yunus Rumansara mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Biak Karon atas kerja samanya dalam melaksanakan kegiatan mubes ke 1 KKB BIKAR dari tgl 4-5 juni 2025 yang adalah awal dimana Kami telah di bentuk jadi 1 wilayah adat suku Byak sejak tahun 2022 oleh Manfun Kawasa Byak Apolos Sroyer.
Awal kebangkitan kami setelah kami di bentuk menjadi tambahan satu wilayah masyarakat adat Byak sehingga kami melaksanakan kegiatan ini untuk memulai bagaimana Kami menunjukan bahwa kami akan menjaga alam adat kami,sehingga dengan demikian, orang-orang akan tahu bahwa wilayah adat karon memiliki aturan.
Untuk memproteksi wilayah kami suku Byak Karon yang berada di Kabupaten Tambrauw ini,saya sebagai Mananwir Byak Bar Karon berharap ada kolaborasi dari suku-suku adat yang berada di Karon ini untuk bersama-sama menjaga alam serta potensi yang ada di wilayah adat ini sehingga menjadi berkat untuk kita dan di lestarikan buat anak cucu kita kelak nanti,”harap mananwir.
Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari sejak tanggal 4-5 Juni 2025 ini di ikuti oleh beberapa marga dari suku Byak yang mendiami tanah Abun ini dengan sangat antusias.
Petrus Yekwam SH, memberikan apresiasi nya terhadap kegiatan adat Mubes 1 Kainkain Karkara Byak Karon (KKB-BIKAR) yang telah di laksanakan oleh suku Byak yang berada di wilayah adat Abun sebagai mitra kerja sehingga saya beri apresiasi yang sangat luar biasa kepada saudara-saudara saya dari suku Byak Karon yang melakukan kegiatan ini maka nantinya hak-hak tanah adat dan laut yang berada di wilayah adat ini bisa di jaga dan di lestarikan guna kehidupan generasi “BIKAR” ke depan sesuai amanat para leluhur Orang Biak yang mendiami Wilayah ini,”harap Petrus.
Sebagai mitra kerja dari pemerintah dan juga suka Abun,maka harus ada kolaborasi dari ke dua suku yang mendiami tanah adat ini agar bersama-sama membangun kerja sama untuk melindungi serta melestarikan laut dan hutan yang ada agar tidak rusak oleh perbuatan kita sendiri bahkan ancaman dari orang luar yang tidak bertanggung jawab”harapnya. (Daniel w./Hwk)
