Sorotjakarta,-
Sesuai informasi bahwa pelantikan anggota DPRK melalui kursi pengangkatan Kab Biak Numfor periode 2025 – 2029 yang di rencanakan akan di lakukan pada tanggal 4 Juni tahun 2025.
Menanggapi isu tersebut maka pemuda adat Byak Wilayah Adat BAR Numfor menolak dan menyatakan bahwa anggota DPRK pengangkatan serta mempertanyakan keterwakilan mereka dari mana, karena sejauh yang di ketahui sejak proses perekrutan calon hanya lembaga Kultur Kain-kain Karkara Byak (KKB) yang menampakkan demokrasi Adat Byak secara benar dengan para Mananwir secara demokratis melakukan sosialisasi dan rekrutmen yang di mulai dari tingkat Keret, mnu, hingga ke bar dan di pleno kan di tingkat KKB, tegas Dani salah seorang tokoh pemuda adat Kain-kain karkara Byak dari bar Numfor.
Lanjutnya, sangat disesalkan kinerja pansel DPRK yang dipimpin oleh seorang akademisi Doktor Christina Sawen di pandang tidak memiliki kemampuan akademisi yang cukup untuk menjaring orang – orang yang selama ini bekerja susah payah dengan masyarakat adat Byak bertahun – tahun tetapi yang kami tidak tahu dari mana tiba-tiba di loloskan oleh pansel sebagai anggota DPRK atas hasil yang tidak kredibel tersebut.
Daniel wamaer selaku ketua pemuda Adat Kainkain Karkara Byak Bar Numfor akan menyampaikan hal ini kepada Mananwir dan kelembagaan Kultur KKB untuk disikapi lanjutnya saat di wawancarai via handphone soal kemampuan calon DPRK tersebut dapatkah memperjuangkan aspirasi masyarakat? Daniel mengatakan calon yang di lantik tidak representatif artinya mereka bukan utusan lembaga lembaga Kultur KKB dan mana mungkin mereka mau memperjuangkan kepentingan masyarakat adat. yah…5 tahun ini mereka anggota DPRK tu hanya makan gaji gratis selama di DPRK.
Sementara itu lembaga Kultur KKB dan para Mananwir tidak akan pernah percaya sama anggota DPRK yang bukan mewakili mereka, dan saya tahu itu” kata wamaer.
Lembaga Kultur yang di pimpin Manfun Kawasa Byak selalu disiplin dan taat atas keputusan yang sudah mereka sepakati dan lihat saja kualitas anggota MRP, DPRK dan lainnya itu mereka bukan dari orang-orang yang gagal caleg, pensiunan PNS, komisioner yang menjadikan Lembaga politik untuk cari makan sedangkan ada orang yang berakar dari masyarakat tetapi sering mereka di abaikan jadi begitulah orang-orang Biak juga sudah baku tipu seperti budaya lain.” seraya menutup pembicaraan.(erick’s.k./hein.m/Echa)
