Maret 6, 2026

Sorotjakarta,-
Susana Riana Sari, SE, MMTr, CPSCM, CMILT adalah Ketua Umum Indonesia Women in Transportation and Logistic (IWTL) yakni suatu wadah khusus bagi perempuan profesional, pemilik usaha dan akademisi di sektor logistik dan transportasi yang bertujuan untuk mempererat, memberdayakan dan membangun jaringan antaranggota untuk mendorong kemajuan bidang logistik khususnya bagi perempuan.

“Sebagai wadah bagi perempuan di sektor transportasi dan logistik, IWTL tetap berkomitmen menjadi tempat berbagi ide, pengalaman dan kegiatan sekaligus membangun solidaritas tanpa sekat.” Ucap Susana Riana Sari pada media di sela-sela acara Kongres Pejuang Perempuan Indonesia yang berlangsung di Golden Boutique Hotel Kemayoran, Jakarta, baru-baru ini.

Berdiri pada 11 Juli 2020 organisasi yang berawal dari sebuah komunitas kini IWTL memiliki anggota yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia dan mencakup anggota dari berbagai asosiasi seperti: ABUPI, ALFI, INSA, WIMA, KOEI, ALI, OLI, ILC, ASDEKI, SCI, APBMI, AGENT IATA, Warehouse, APTRINDO, PELINDO, Kemenko, GPEI, GINSI hingga para karyawan dan pengusaha perempuan serta civitas akademika di seluruh Indonesia.

Dengan visi “Menjadi Komunitas Unggul Yang Berkontribusi Nyata Pada Kemajuan Perempuan Indonesia dibidang Transportasi dan Logistik” IWTL terus berkembang, anggota IWTL pun terus bertambah, diiringi dengan semakin eratnya kolaborasi dengan WILAT.

Ketum Susana yang lahir dan ditempa oleh organisasi ALFI sejak tahun 2005 menuturkan sangat berterimakasih atas segala ilmu, pengalaman dan networking dari ALFI pada dirinya sehingga ia dipercaya untuk menahkodai IWTL.

“Awal mula member IWTL adalah dari member ALFI.” Ujar Susana lagi.

Sejak berdiri hingga saat ini IWTL terus menerima banyak masukan positif untuk terus berkembang.

Ketum juga merasa bangga dengan fenomena menarik saat ini tentang kesetaraan
gender di Indonesia khususnya dalam sektor logistic dan transportasi dimana sektor ini lebih didominasi laki-laki.

Hal ini kata Ketum menunjukkan perkembangan yang signifikan, meskipun masih menghadapi
berbagai tantangan.

“Meskipun kemajuan telah dicapai dalam mendukung kesetaraan gender di sektor logistik dan transportasi, akan tetapi masih banyak tantangan yang perlu diatasi diantaranya upaya kolaboratif antara pemerintah, perusahaan transportasi,dan masyarakat untuk
memastikan bahwa semua individu, terutama perempuan, memiliki akses yang setara terhadap peluang
dalam sektor ini.” Pungkas Ketum.

Terakhir Ketum Susana memberikan apresiasi kepada Kongres Pejuang Perempuan Indonesia atas undangannya dimana dirinya mewakili organisasi transportasi Logistik dan SCM turut mendukung perempuan berkiprah yang telah mengambil bagian dalam membangun Indonesia melalui peningkatan SDM yang trampil, berwawasan dan berintegritas dibidang Logistik.

Susana pun mengajak perempuan Indonesia untuk berani mengupgrade skill, menambah ilmu, training terkait, baik melalui jalur formal maupun informal.

“Kelak ilmu mereka dapat membantu team untuk turut maju dan saling mengempowering sesama, maju bersama, sukses bersama dalam perempuan berdaya.” Pungkas Ketum Susana yang didampingi Sekjen Dewi Waisin, WKU Kompartemen Luar Negeri Roro Siliasih dan Yeni Okta.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *