Maret 6, 2026

Sorotjakarta,-
Korupsi direksi pertamina dan perusahaan.BUMN besar lainnya seperti ASDP bukan hanya merugikan negara, tetapi rakyat Indonesia yang selama ini telah setia terhadap Negaranya menggunakan produk-produk dalam Negeri, tetapi faktanya dikhianati oleh para pejabat Negaranya.

“Kami berharap Kejaksaan Agung dan KPK terus bekerja serius untuk menangkap para maling-maling besar yang selama ini telah merampok uang Negara dan menyengsarakan seluruh rakyat Indonesia.” Kata Abdul Gofur, Presiden FSP ASPEK Indonesia.

Menyikapi berita korupsi besar yang dilakukan oleh direksi Pertamina, melalui siaran persnya Gofur berharap KPK dan Kejaksaan Agung tidak berhenti memeriksa hanya kepada BUMN besar, tetapi banyak perusahaan BUMN baik yang menengah hingga kecil perlu diwaspadai dan diperiksa tentang penggunaan uang Negara oleh para direksinya, karena sejarah telah membuktikan bahwa perusahaan BUMN ladang empuk untuk para pejabat korup merampok uang Negara.

“Dalam menyingkap korupsi di perusahaan BUMN, KPK dan Kejaksaan jangan hanya berhenti menjadikan tersangka para direksinya, namun kedua lembaga Negara tersebut harusnya berani membuka pejabat tinggi lainnya yang terlibat, jika perlu periksa menterinya, karena korupsi sebesar itu tidak tertutup kemungkinan uangnya mengalir ke para menteri.” Ujarnya

“Saya tahu kelakuan direksi BUMN, karena FSP ASPEK Indonesia memiliki anggota Serikat Pekerja dari dua BUMN besar dan tua di Indonesia, yang salah satunya saat ini sedang gencar mempekerjakan anak bangsanya dengan status Mitra, tanpa memenuhi hak-hak dasar mereka sebagai pekerja, layaknya sistem perbudakan, jadi pesan buat KPK dan Kejaksaan Agung harus lebih keras lagi mengejar para pejabat korup yang menjadi direksi di perusahaan BUMN, karena sudah menjadi rahasia umum adanya dugaan untuk seseorang bisa menjadi direksi BUMN tidak perlu kecerdasan dan kemampuan lebih, tapi cukup memiliki jaringan pertemanan dan setoran kepada para pejabat yang menentukan. Makanya wajar saja jika mereka korupsi karena ada nilai yang harus mereka bayar.” Tutur Gofur yang juga menjabat sebagai Sekjen Pantau BUMN

“FSP ASPEK Indonesia juga mendesak kepada Menteri BUMN, Erick Thohir segera mundur dari jabatan menteri, karena seharusnya Erick Thohir malu dengan jargon AKHLAK yang selalu digaungkan di BUMN tetapi para pejabatnya yang ditunjuk terus merampok uang Negara untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.” Tutup Gofur.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *