Maret 6, 2026

Sorotjakarta,-
Terkait telah dilaksanakannya seleksi dibeberapa daerah untuk kursi pengangkatan calon DPRK sesuai PP 106 dan Pergub 43 dimana dimasing-masing Kabupaten Kota di seluruh tanah Papua mempersiapkan para calonnya untuk diajukan ke pemerintah agar dapat mengikuti tes yang dilakukan oleh Pansel (panitia seleksi), maka tak ketinggalan di Kabupaten Biak Numfor juga telah mempersiapkan dan mengikuti tahapan -tahapan seleksi dari masing-masing di 8 BAR yang ada khususnya di Biak Numfor yaitu BAR :
1).SORIDO – KBS
2).SWAPOR
3).MANNI
4).WAMUREM
5).ANOBO PADAIDO
6).NAPA
7).SWANDIWE &
8).NUMFOR

Dari keseluruhan BAR yang telah menyiapkan calon nya sudah mengikuti tahapan di masing-masing BAR dan mereka tidak diragukan lagi entah itu jumlahnya dari utusan bar mau 3,2,5 bahkan 1 sekalipun itulah perwakilan yang diajukan.

Michael Awom selaku koordinator FPKB – P mengaku ada keganjalan dalam pelaksanaan tes yang di lakukan oleh pihak pansel selama ini, karena kata Michael yang terjadi di Biak setelah tes tidak ada pengumuman yang mengatakan bahwa yang tidak lolos seleksi itu karena bla..bla…bla, tidak ada alasan, dan keterangan terkait yang gugur, dan yang lolos alasan nya pun tidak di sampaikan sehingga para calon yang gugur Mananwir yang mengusung calon nya merasa bingung cara penilaian yang dilakukan oleh pansel, selaku koordinator FPKB-P ia menilai pansel bekerja tidak profesional dan terkesan tertutup karena dinilai ada indikasi yang sengaja di diamkan dan dimainkan oleh oknum-oknum tertentu.

Oleh sebab itu, Awom menilai kenapa setelah semua tahapan seleksi sudah di lakukan namun dari bulan Desember 2024 hingga saat ini di bulan Januari 2025 belum ada hasil yang di keluarkan untuk di ketahui oleh publik, lalu untuk kuota kursinya kalau sudah sesuai jangan ada tambah atau kurang lagi, seperti contoh kuota untuk kursi perempuan jika memang hanya 1 kursi ya, itu sudah yang di tetapkan tidak boleh ada tambahan lagi,” tegasnya.

Bahkan Awom sampaikan kiranya tim pansel tetap menghargai para calon yang sudah di tetapkan dan di ajukan oleh Mananwir untuk mengikuti tahapan tes di tingkat kabupaten sehingga pansel harus lebih serius dan profesional terkait hal tersebut.

Maikel Awom selaku Koordinator Forum Peduli Kawasa Byak Papua ( FPKB-P) meminta kepada Pansel agar dapat memberikan alasannya mengapa sampai pengumuman hasil tes DPRK Kabupaten Biak Numfor belum di sampaikan hasilnya, mengapa dan kenapa, jika belum di publikasikan maka, Forum ini beserta masyarakat Biak Numfor akan bersatu untuk mendatangi tim Pansel mempertanyakan hal tersebut.” Tegas Awom.”(HK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *