Sorotjakarta,-
Mengapa DBD banyak ditemukan pada usia anak sekolah? terutama pada anak SD, SMP dsn SMA?.
Menurut Praktisi Kesehatan Masyarakat dr. Ngabila Salama, karena anak Balita masih dominan berada di rumah.
“Anak sekolah umumnya ke sekolah jam 8-10 Wib dan bermain di luar rumah seperti bermain bola/sepeda jam 15-17 Wib, dimana kedua waktu tersebut nyamuk aedes aegepty/demam berdarah sangat aktif dan di tempat yang kegiatan PSN nya masih perlu dioptimalkan.” Terang Ngabila.
“Selain itu anak SD juga sering terkena episode pertama/pertama kali terkena DBD jadi lebih menunjukkan gejala. Orang dewasa lebih banyak tanpa gejala karena sudah terkena DBD beberapa kali.” Ujarnya lagi.
Lalu kenapa kasus DBD pada dewasa banyak ditemukan saat ini dan bergejala? Ada 4 kemungkinan yang terjadi:
1. Kasus penularannya sedang tinggi dan banyak di masyarakat, mungkin lebih banyak yang tidak terdeteksi karena tidak bergejala
2. â Kemungkinan adanya varian baru belum dapat disingkirkan
3. Berbarengan dengan puasa sehingga efek dehidrasi keliatan lebih nyata pada dewasa
4. Efek long covid-19 yang mungkin mengubah respon imunitas manusia, sehingga walaupun virusnya sama, tetapi respon imunitas yang ditimbulkan berbeda
Adapun cara mencegah DBD di hari raya dengan menghindari gigitan nyamuk dengan memakai lotion antinyamuk beraroma sereh di jam nyamuk DBD aktif yakni di jam 08.00-10.00 dan 15.00-17.00, semprot antinyamuk di rumah saat jam di atas, memakai baju dan celana panjang, jika memungkinkan tidur dengan kelambu, hindari obat nyamuk bakar/elektrik karena bisa terjadi konslet/ kebakaran dan bau yang cukup menyengat.
