Maret 7, 2026

Sorotjakarta,-
PT Sinkona Indonesia Lestari (PT SIL) merupakan anak perusahaan dari PT Kimia Farma Tbk dan PTPN VIII yang memproduksi Garam Kina, Natural Extract, Essential Oil dan turunannya hadir dalam acara Indonesia Premium Coffe dan Essential Oil Expo dan Forum di JCC, Senayan Jakarta.

Acara yang di selenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI tersebut berlangsung sejak 12 hingga 15 Oktober 2023.

Khusus dalam acara tersebut PT. SIL melalui brand Selensia memperkenalkan bisnisnya dengan produk Aroma Scenting atau pewangi ruangan sebagai solusi bagi pelaku bisnis untuk meningkatkan customer experience.

Ditemui disela acara, orang nomer satu di PT. SIL Wisnu Sucahyo, pada media ini mengungkapkan rasa syukur saat dimintai komentar tentang perkembangan PT SIL saat ini.

“Kami bersyukur sejak tahun 2014 PT. SIL maju dan semakin berkembang atas kontribusi dari 2 BUMN besar untuk memajukan ekosistem di Indonesia.” Kata Pria kelahiran Yogyakarta tersebut, di JCC, Jumat, 13/10/2023.

“Itu reel yang tadinya PT SIL hanya memproduksi Kina sekarang semuanya masuk seperti hasil perkebunan, hasil budidaya, nationalresort sekarang bisa dimanfaatkan oleh PT SIL.” Ucap Wisnu Sucahyo.

“Intinya kita ingin berkontribusi untuk negeri dan mampu menembus pasar global.” Tegas Wisnu lagi.

“Selain memperkuat bisnis Kina, kita mencoba melakukan kerjasama dengan petani, kita memiliki essential oil, kita punya banyak penghargaan dan sertifikat dari global. Ternyata alhamdullilah Indonesia diapresiasi dunia.” Ujarnya lagi sambil tersenyum

Sukses menembus pasar Global, PT SIL tak tinggal diam terhadap stakeholder sekitarnya, melalui CSR khususnya bagi PT SIL memiliki program khusus bagi petani.

“Kita berdayakan petani di beberapa daerah contoh yang reel dan produktif petaninya ada di Blitar, kita mendapatkan bantuan dari Kimia Farma berupa bibit pohon kina jenis susu libra yang sudah di tanam selama lebih dari 5 tahun dan siap panen.” Tutur Wisnu.

Menurut Dirut PT. SIL bahwa pohon Kina yang ditanam petani di Blitar membutuhkan waktu 7 tahun untuk dapat dinikamati hasil panen dari CSR ( Corporate Social Responsibility). Namun dimasa menunggu 7 tahun tersebut, para petani juga menanam essential oil.

“Essential oil yang kita sebut di Indonesia adalah nilam yang diekstraksi menjadi minyak nilam dari pala.” Kata Wisnu lagi.

Wisnu mengaku, 90% Patchouli oil global ketersediaannya terpenuhi dari hutan tropis di Indonesia, melalui PT SIL selaku anak usaha PT Kimia Farma dan member Bio Farma mampu memenuhi export patchouli oil dan turunannya menjadi komuditas di pasar global.

“Sekarang yang lagi trendy adalah minyak pala, kita export ke Eropa, jadi seluruh petani, industri hingga pemasaran semua terhubung dengan baik.” Tutup Wisnu Sucahyo.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *