Sorotjakarta,-
El Nino dan La Nina adalah fenomena iklim global di Samudra Pasifik yang memengaruhi pola cuaca dunia.
El Nino ditandai dengan pemanasan suhu permukaan laut yang memicu kekeringan di Indonesia, sementara La Nina adalah pendinginan suhu permukaan laut yang meningkatkan curah hujan dan potensi banjir
Adapun dampak yang diakibatkan dan dirasakan bagi tubuh manusia menurut dr. Ngabila Salama Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, antaralain kebakaran hutan, polusi udara, angin kering, yang menyebabkan mukosa saluran nafas kering jadi lebih rentan batuk, pilek, ISPA, pneumonia, asma, alergi.
“Stress panas bisa mengganggu sirkulasi pembuluh darah untuk komorbid penyakit kronis, diare karena sumber air bersih berkurang, dehidrasi, heat exhaustion, heat stroke, sampai kematian.” Ucapnya.
Lebih lanjut Ngabila menyarakan agar dalam beraktivitas pastikan menggunakan masker agar saluran nafas lembab (tidak kering) dan terhindar dari PM 2.5 polusi udara, pakai alat pelindung diri, hindari outdoors, minum sebelum haus, minum 3-4 L per hari, hindari diuresis jadi kurangi minum teh dan kopi, rajin cuci tangan, vaksinasi flu, pneumonia, typhoid, pakai pakaian cerah, pakai topi atau payung, kacamata hitam, sunscreen, alas kaki di jam 10.00-15.00 Wib.
“Cuaca ekstrem membuat imunitas manusia menurun sehingga kuman lebih mudah masuk tubuh.” Ujarnya lagi.
Masyarakat dianjurkan untuk: suplementasi antioksidan vit C dan vit D3, makan sayur buah yang banyak, makan porsi seimbang, cukup tidur, aktivitas fisik 6000 langkah per hari, minum air putih 1 gelas sebelum dan sesudah solat, hindari asap rokok.(yr)
