Sorotjakarta,-
Mahasiswa Fakultas Pascasarjana Universitas Panca Sakti Bekasi sukses menggelar acara seminar Internasional ke 7 dengan membahas isu-isu terkini bersama para kaum intelektual lintas negara.
Acara yang berlangsung di Kampus Pascasarjana, Jln Raya Hankam No 39 Jatirahayu Kota Bekasi diikuti sekitar 400 mahasiswa secara darring dengan menghadirkan 5 pembicara dari tiga negara yakni, Indonesia, Malaysia dan Singapura.
Meskipun digelar secara darring, ketua panitia menyebut seluruh peserta yang mengikuti seminar mengaku sangat antusias, hal ini terlihat dari aktifnya peserta selama mengikuti seminar dengan bertanyak ke pembicara.
“Alhamdullilah seminar internasional ini mendapat sambutan luar biasa dari ratusan peserta yang berasal dari mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Panca Sakti Bekasi, meski persiapan singkat namun semua berjalan dengan lancar.” Ujar Panitia acara sekaligus Dosen Pascasarjana Dr. LIlis Suryani M. Pd.
Pada seminar internasional ke 7 ini, Fakultas Pascasarjana membahas tentang persoalan yang tengah terjadi di Indonesia yakni bencana alam.
“Jadi seminar internasional ini kita membahas tentang bencana alam, bagaimana kita sebagai guru PAUD mempersiapkan generasi dalam menghadapi bencana, karena saat ini bencana sedang melanda Indonesia maka kita angkat tema tentang bencana alam secara global.” Ujar Lilis lagi.
Lanjut kata panitia, dengan membahas tentang bencana, tentunya sebagai guru PAUD hal ini menjadi salah satu tanggung jawab kita untuk memberikan pemahaman kepada anak usia dini sebab mereka adalah unit yang rentan terhadap bencana. Maka sebagai guru PAUD harus dapat membawa persoalan ini di kehidupan anak usia dini dengan cara-cara yang mudah dipahami, mudah dimengerti, agar mereka teredukasi, terpapar oleh mitigasi bencana.
“Mereka harus memahami apa itu bencana?, bagaimana menghadapi bencana?, kenapa bencana itu terjadi dan lain sebaginya, disinilah peran kita sebagai guru PAUD harus dapat memberikan edukasi, sehingga mereka dapat mempersiapkan diri jika bencana datang.” Terang Lilis.
“Dengan terselenggaranya seminar internasional ini, saya berharap guru-guru PAUD harus lebih paham bahwa pendidikan mitigasi bencana harus di berikan sejak dini sebab ini juga menjadi salah satu tanggung jawab kita sebagai praktisi di dunia PAUD, kepada pemerintah saya berharap karena ini adalah hal yang urgent, yang penting bagi anak-anak usia dini, maka harapannya agar mitigasi bencana dimasukan kedalam kurikulum.” Tandas Lilis.(yr)
