Sorotjakarta,-
Wanita-wanita sukses dan berkelas yang bernaung dalam organisasi Indonesian Women in Transportation and Logistic (IWTL) menyambut Hari Ibu dengan senyum bahagia, berharap hal serupa dirasakan juga oleh ibu-ibu di seluruh Indonesia.
Dimomen Hari Ibu 22 Desember Kadiv Entrepreneurship IWTL Mamik Laksono mengucapkan selamat hari ibu dan memberi pesan menyentuh khusus bagi sosok ibu pekerja dengan karier moncer dengan mengatakan kunci kesuksesan dalam keluarga adalah komunikasi yang lancar.
“Sebagai ibu, istri dan wanita pekerja sebaiknya kita saling memberikan informasi terbuka, baik anak- anak ke kita maupun kita ke anak anak. Sehingg kita akan mengetahui apa yang diinginkan masing masing pihak.” Ujarnya.
Dengan komunikasi yang lancar akan terbangun suatu hubungan yang harmonis di tengah keluarga, pasalnya diera digital yang kian tak terbendung arus informasi dengan mudah dapat di akses oleh anak, kemajuan teknologi dapat membawa dampak positif dan negatif, jika salah dalam penggunaan berdampak negatif dan hal ini menjadi perhatian dan tantangan bagi seorang ibu yang sibuk bekerja.
“Arus informasi dari luar saat ini memang menjadi tugas yang harus dipikirkan matang- matang akibat dan resikonya. Kemajuan dunia digital saat ini seolah- olah sebagai 2 mata pisau yang mana apabila kita tidak membatasi atau memfilter penggunaannya, maka akan berakibat buruk, namun apabila kita 100 % membatasi maka anak kita akan menjadi anak cupdate ketinggalan informasi. Sementara era ini akan terus maju dan berkembang ke depan.
“Jadi sebagai Ibu sebaiknya kita membatasi yang boleh dan yang tidak boleh dengan memberikan pengertian terlebih dahulu. Sebab kita tidak ingin anak -anak kita akan gagal karen hal ini. Lebih baik kita menangis saat ini melihat anak kita terbatas dalam penggunaan gadget, daripada kita menangis nanti pada saat anak kita gagal karena kecanduang gadget. Tuturnya lagi.
Sebagai wanita karier dengan keterbatasan waktu dan komunikasi, dibutuhkan suatu keseimbangan yang harus dimiliki wanita karier, sebab di era ini pendidikan tidak hanya diperoleh dari lingkungan sekolah namun juga dari lingkungan keluarga, maka dari itu sebagai seorang Ibu yang merangkap wanita pekerja harus seimbang dalam membagi waktu antara kerja dan mendidik anak.
“Kita tidak akan sanggup untuk mendidik ilmu pengetahuan sesuai kebutuhannya sebab ilmu yang kita dapat saat sekolah dulu sangat berbeda dengan ilmu saat ini akibat kemajuan zaman dan telnologi. Seiring usia anak dimana pelajaran kian tinggi yang tak mungin saya ajarkan maka disinilah saya minta bantuan Lembaga bimbingan yang bisa diajak komukasi untuk mengetahui perkembangan anak, kendala serta solusinya.” Tutur Mamik Laksono.
Dalam hal pendidikan Mamik Laksono menerapkan system terbuka terhadap anak- anaknya, ia membebaskan anaknya memilih pendidikan, meminta peralatan sekolah, namun tidak akan membelikan mainan. “Memang sedikit kolot namun saya menginginkan anak anak berhasil tanpa diganggu hal -hal lain.”
Di era yang kian maju, kesetaraan antara pria dan wanita adalah sejajar dalam karier dan kedudukan namun, seorang ibu tetaplah seorang ibu yang memiliki anak dan keluarga yang butuh perhatian dan kasih sayang bagi buah hati dan suami tercinta, hal ini hanya dapat terjadi dengan adanya keseimbangan dan komunikasi yang intens.
Saat ini wanita diberikan kesempatan seluas- luasnya untuk mengaktualisasi diri, untuk berkarier, untuk bekerja, namun wanita tetap berperan sebagai istri dan ibu bagi anak anak yang harus dijalankan dengan seimbang.
“Anak adalah penerus bangsa, anaklah generasi penerus dikehidupan keluarga kita, tanpa bimbingan dan arahan orang tua maka anak -anak akan terganggu masa depannya.”Tandas Mamik Laksono.
