Sorotjakarta,-
Ketua umum DPN BKNDI Isra A. Sanaky SH MH menyikapi banyak Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) yang mengalami keracunan, hal itu di tegaskan olehnya adalah dapur -dapur yang tidak resmi alias tidak terdaftar di BGN (Badan Gizi Nasional) dan tidak mendapatkan pembinaan yang resmi.
“Saya sangat yakin hal itu adalah dapur yang tidak resmi karena dapur yang resmi itu ada yang nama kepala dapur atau petugas dapur yang di tugaskan oleh Badan Gizi Nasional.” Ucapnya.
Lanjut tegasnya, “Kami dari Badan Komunikasi Nasional Desa se Indonesia ( BKNDI) sudah membangun 100 dapur mandiri makan bergizi gratis dan sebagian sudah beroperasi sampai saat ini tidak ada yang namanya keracunan Makanan.” Teranhnya.
Ketum meminta pemerintah harus menyelidiki persoalan tersebut. “Olehnya itu harus di selediki dapur tersebut apakah dapur resmi atau dapur alias bodong.” Tegas Mantan Panglima Bridge Pemuda Masjid Indonesia ini.
Dia juga mendukung percepatan program Kabinet Merah Putih yaitu program Makan Bergizi Gratis dan koperasi Merah Putih dengan gagasan Menteri keuangan yang baru yang telah mengalokasikan dana 200 triliun yang di salurkan ke 5 bank pemerintah untuk mempercepat putaran ekonomi yang baik sehingga tujuan lapangan kerja maupun pemberdayaan pada sektor pangan dapat berjalan cepat.
“Olehnya itu kami dari Badan komunikasi Nasional Desa se Indonesia ( BKNDI) Juga membangun dapur- dapur mandiri MBG di seluruh Indonesia dan Insya Allah pada 3 Oktober 2025 akan meresmikan 2 dapur lagi di Provinsi Jawa Tengah tepatnya di Kabupaten Cilacap, lalu saat ini juga BKNDI telah melaksanakan MoU dengan pusat koperasi TNI AD dan Yayasan Kartika Kostrad TNI, berikutnya kami akan membangun 1000 dapur di lahan- lahan kosong yang dapat di jadikan dapur mandiri MBG.” Tandas Ketum BKNDI.
