Sorotjakarta,-
Dalam upaya meningkatkan mutu dan tata kelola jurnal ilmiah nasional terakreditasi dan terindeks internasional bereputasi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan menggandeng Universitas Panca Sakti Bekasi menyelenggarakan acara workshop Peningkatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah Terakreditasi di Gedung A1 Pascasarjana Universitas Panca Sakti Bekasi, Jln Raya Hankam no 39 Jatirahayu, Pondok Melati, Kota Bekasi.
Adapun 30 nama-nama jurnal sekaligus publisher yang mengikuti antaralain:
1. Aliansi: Jurnal Manajemen dan Bisnis( Universitas Mitra Bangsa.
2. Equilibrium Poin: Jurnal Manajemen dan Bisnis (Universitas Mitra Bangsa)
3. Selaras: Jurnal Pengabdian Masyarakat(Universitas Mitra Bangsa)
4. Cyber Creations: Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi( Universitas Mitra Bangsa)
5. Gate Away: Jurnal Ilmu Komputer (Universitas Mitra Bangsa).
6. Jurnal Tata Rias ( Universitas Negeri Jakarta).
7. Practice of Fashion and Textile.(Universitas Negeri Jakarta)
8. Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika( Javote).(Universitas Negeri Jakarta)
9. Jurnal Peneliti dan Praktisi PAUD (JP2PAUD).(Universitas Negeri Jakarta).
10. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin.( Universitas Mohammad Husni Thamrin).
11. Jurnal Pemberdayaan Komunitas MH Thamrin.(Universitas Mohammad Husni Thamrin).
12. Science and Education Journal (SNEJ).(Universitas Panca Sakti Bekasi).
13. Jurnal Edukasi Ilmu Ekonomi.( Universitas Panca Sakti Bekasi)
14. Jurnal Cemerlang.( Universitas Panca Sakti Bekasi)
15. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Taman Indonesia (JPTI).( Universitas Panca Sakti Bekasi).
16. Dialectical Literature Education Journal (DLEJ).( Universitas Panca Sakti Bekasi).
17. Jurnal Informatika Simantik.(Universitas Panca Sakti Bekasi).
18. Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat.( Sekolah Tinggi Transportasi Darat).
19. Devosi: Jurnal Pengabdian Masyarakat.( Universitas Islam 45 Bekasi.
20. JRAK: Jurnal Riset Akuntansi dan Komputerisasi Akuntansi.(Universitas Islam 45 Bekasi).
21. Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen.(Universitas Kristen Indonesia).
22. Jurnal Manajemen Resiko.(Universitas Kristen Indonesia).
23. Jurnal Khatulistiwa Informatika.( Universitas Bina Sarana Informatika)
24. Paradigma.(Universitas Bina Sarana Informatika).
25. Jurnal Hukum Kenotariatan Otentik.( Universitas Pancasila)
26. Abdi Implementasi Pancasila: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat.(Universitas Pancasila)
27. JELL(Journal of English Languagevand Literature).( Sekolah Tinggi Bahasa Asing IEC Jakarta).
28. Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah.( Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Husnayain).
29. Jurnal Al- Fatih Global Mulia.( Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam Global Mulia Cikarang).
30. Jurnal INKOFAR.( Politeknik Meta Industri).
Kemdiktisaintek yang diwakili oleh Ketua Tim Jurnal Ilmiah Rizky Prastya, mengapresiasi acara tersebut, Rizki berujar seluruh peserta yang hadir tampak sangat antusias mengikuti kegiatan ini.
“Kami mendesain kegiatan ini agar jurnal-jurnal ilmiah di Indonesia meningkat kualitasnya, bukan saja menaikan peringkat akreditasinya tetapi kualitas jurnal juga harus tetap di jaga.” Ucap pria berjenggot ini sambil tersenyum.
Lebih lanjut, Rizky mengakui bahwa memperoleh status terakreditasi untuk jurnal ilmiah bukanlah proses yang mudah. Ada sejumlah indikator penilaian ketat, mulai dari visi jurnal, kualitas manajemen editorial, hingga visibilitas artikel yang diterbitkan.
Meski demikian Rizky optimis bahwa artikel-artikel ilmiah yang sesuai dengan bidang keilmuan akan memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan negara.
“Nantinya artikel yang terbit pada jurnal Ilmiah di Indonesia diharapkan membawa nama harum di Indonesia dan kancah internasional,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan, saat ini jurnal-jurnal ilmiah di Indonesia cukup bagus, namun sayang sekali kata Rizky apabila jurnal ilmiah tersebut naik ke peringkat tertentu atau apa yang mereka inginkan telah tercapai biasanya mereka mulai tergoda oleh hal-hal yang merusak dari sisi publikasi, hingga pada akhirnya mereka tak ada lagi proses reviu pada jurnal tersebut, sehingga tak lama ketika mereka dinilai kembali maka kualitasnya menurun.
Dalam kesempatan ini Rizky mengatakan bahwa Kemendiktisaintek telah melakukan beberapa perubahan juknis, contoh pengabdian masyarakat yang sebelumnya pelaporan untuk publikasi harus di tahun yang sama, maka insyaAllah ditahun ini (2025) peraturan sudah mulai berubah dan peraturan tersebut memberi waktu yang agak panjang untuk publikasi artikel di jurnal.
“Kami berharap dari pengelola jurnal ilmiah yang hadir secara khusus, agar memiliki rasa percaya diri, bahwa jurnal mereka baik, lalu sampaikan ke institusi masing-masing katakan kepada mereka bahwa kita memiliki ilmu yang benar dan tak boleh lagi percaya oleh omongan sekitar yang belum jelas kebenarannya, sehingga dari peserta kegiatan ini diharapkan dapat dengan sendirinya membangun Kota Bekasi dan sekitarnya bahkan membangun Indonesia yang lebih bagus lagi.” Tandasnya.(yr)
