Maret 6, 2026

Sorotjakarta,-
Menjelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Mandiri yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Agustus 2025, Serikat Pekerja Bank Mandiri (SPBM) menyampaikan pandangan dan harapannya terkait wacana pergantian jajaran Direksi di tubuh salah satu bank terbesar di Indonesia tersebut.

Ketua Umum SPBM, Erlanda Irwan, menyatakan bahwa pihaknya memahami dinamika perusahaan yang terus berkembang di tengah tantangan global, percepatan teknologi, dan ekspektasi pemangku kepentingan—termasuk nasabah—yang kian tinggi terhadap layanan perbankan yang inovatif dan berkelanjutan. Dalam konteks itu, SPBM menyambut baik setiap agenda perubahan selama dilandasi niat tulus untuk memperkuat kinerja perusahaan, memastikan kesinambungan bisnis, dan meningkatkan kesejahteraan seluruh Mandirian.

“Kami menyambut positif setiap perubahan di level pengurus, khususnya Direksi, sepanjang langkah ini diambil secara objektif dan profesional. Fokus utama kami adalah memastikan bahwa setiap perubahan berkontribusi pada kemajuan Bank Mandiri sebagai institusi keuangan nasional yang tangguh, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan karyawan,” ujar Erlanda.

Lebih lanjut, Erlanda menegaskan bahwa proses pergantian Direksi seharusnya mengedepankan prinsip meritokrasi—berdasarkan kapabilitas, pengalaman, dan rekam jejak kinerja yang terbukti—serta selaras dengan arah transformasi Bank Mandiri dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.

“Kami mendorong agar Bank Mandiri terus berkembang menjadi organisasi modern yang tidak hanya unggul dalam pencapaian bisnis, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, keberlanjutan, dan keadilan bagi seluruh pemangku kepentingan. Karyawan bukan sekadar sumber daya, tetapi mitra strategis dalam mendorong kemajuan perusahaan,” tambahnya.

Sikap yang senada turut disampaikan oleh Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Indonesia Raya (FSP BUMN IRA), Sutisna, SH, yang menilai momentum ini sebagai titik penting dalam perjalanan Bank Mandiri ke depan. Ia menyampaikan bahwa kebijakan strategis yang diambil oleh perusahaan pelat merah seperti Bank Mandiri harus mampu berkontribusi secara konkret terhadap pembangunan ekonomi nasional.

“Pergantian Direksi kali ini menjadi salah satu kunci keberhasilan Bank Mandiri dalam menjawab tantangan zaman dan mendukung program strategis nasional, termasuk Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Khususnya, dalam peran perbankan sebagai katalisator penguatan sektor riil dan UMKM,” ujar Sutisna.

Ia juga menekankan pentingnya figur Direksi yang berasal dari internal perusahaan, karena menurutnya pemimpin internal memiliki pemahaman yang mendalam terhadap kultur organisasi, sistem kerja, dan tantangan yang dihadapi di lapangan.

“Dengan menunjuk Direksi dari internal, proses transisi akan berjalan lebih mulus. Koordinasi dan komunikasi lintas fungsi pun akan lebih efektif karena adanya pemahaman yang utuh atas ‘dapur’ operasional Bank Mandiri,” pungkas Sutisna.

SPBM menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra kritis dan konstruktif dalam menjaga harmoni industrial di lingkungan Bank Mandiri. Dalam setiap dinamika perubahan, SPBM akan selalu berpihak pada kepentingan terbaik perusahaan dan karyawan secara berimbang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *