Sorotjakarta,-
Perkumpulan Pelaku Logistik Indonesia (PPLI) sukses menggelar acara seminar dengan tajuk “Efesiensi Rantai Pasok UMKM Melalui Integrasi Logistik dan Transportasi Digital” yang berlangsung di sela-sela acara Pameran Transportasi dan Logistik Indonesia di Jiexpo Kemayoran, Jumat, 23/5/2025.
Seminar tersebut menghadirkan para tokoh penting dalam dunia logistik di era digital seperti: Gunawan Hutagalung dari Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Dedi Haris Ketua Umum DPP (PPLI) Perkumpulan Pelaku Logistik Indonesia, A. Handy Mulyanto Direktur Utama T2 Terminal Kargo Bandara Juanda, Arief Efendi Direktur Operasional PT. PPL Indonesia Expres, Nathanael Christopher CEO PT. Karya Indonesia Sukses (cooljek) dan Susana Riana Sari, SE., MMTr., CPSCM, CMILT selaku Ketua Umum IWTL (Indonesia Women in Transportation and Logistics).
Pembicara pamungkas dalam seminar tersebut disampaikan oleh ketua umum yang memiliki jargon “nggak pakai oren nggak keren” Susana Riana Sari, dalam paparannya ia lebih fokus membahas tentang penerapan digitalisasi kepada UMKM tranportasi logistik agar lebih optimal lagi, pasalnya kata Susana saat ini masih ada sebagian orang yang belum memahami digital secara maksimal.
“Jadi mereka harus mau tidak mau, suka tidak suka dengan perkembangan zaman saat ini, tranportasi logistik itu butuh digitalisasi karena dengan digitalisasi dapat mengurangi biaya-biaya logistik.” Ujar Susana pada media.
Menurut Ketum IWTL jika pelaku UMKM transportasi logistik masih menggunakan cara manual dilapangan potensi pungutan-pungutan liar dapat terjadi namun jika dengan sistem digitalisasi dapat mengurangi terjadinya resiko pengeluaran karena mereka tidak bertemu langsung akan tetapi sistem yang bekerja dan pembayaranpun melalui aplikasi.
Dengan menggunakan digitalissasi logistik kata Ketum IWTL dalam pemaparannya dapat menekan biaya-biaya dengan beberapa cara, antaralain:
1. Optimalisasi rute: Dengan menggunakan teknologi GPS dan analisis data, rute pengiriman dapat dioptimalkan untuk mengurangi jarak dan waktu tempuh.
2. Pengurangan biaya administrasi: Digitalisasi dokumen dan proses administrasi dapat mengurangi biaya kertas, tenaga kerja, dan waktu.
3. Peningkatan efisiensi: Sistem manajemen logistik digital dapat membantu mengoptimalkan penggunaan sumber daya, seperti armada dan gudang.
4. Pengurangan kesalahan: Digitalisasi dapat mengurangi kesalahan manusia dalam proses logistik, seperti kesalahan pengiriman atau penghitungan.
5. Peningkatan visibilitas: Dengan menggunakan teknologi tracking dan monitoring, perusahaan dapat memantau pengiriman secara real-time, sehingga dapat mengurangi biaya yang terkait dengan keterlambatan atau kehilangan.
Dengan demikian, digitalisasi dapat membantu perusahaan logistik meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
Dalam kesempatan tersebut Ketum IWTL ini mengungkapkan rasa gembiranya melihat banyaknya peserta yang mengikuti seminar hingga selesai, yang berarti kata Ketum mereka memiliki ketertarikan untuk mau beralih ke digitalisasi.
Selain itu, Ketum IWTL juga dalam pemaparannya menyampaikan perkembangan IWTL sejak berdiri hingga program-program yang dimiliki.
“Kita juga tengah meningkatkan organisasi IWTL jadi di seminar ini kita juga memperkenalkan organisasi IWTL ke masyarakat luas, organisasi atau stakeholder, serta menerima masukan dari mereka. Tadi masukan mereka agar pemerintah tidak mempersulit aturan-aturan bagi pelaku transpotasi logistik dan tidak pula terburu-buru untuk merubah aturan.
