Maret 6, 2026

Sorotjakarta,-
Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena berharap kepada Presiden melalui Kementerian Pendidikan dan beberapa Kementerian terkait untuk lebih khusus lagi memperhatikan daerah Sanggau, mengingat Sanggau merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan negara lain yakni Serawak Malaysia dimana ketimpangan sangat mencolok sehingga membuat sebagian masyarakat Sanggau lebih memilih Serawak daripada Pontianak untuk beberapa tujuan khususnya kesehatan.

Hal tersebut diungkapkan Susana pada awak media saat dimintai komentar usai menjadi pembicara dalam acara Konfrensi Pendidikan Indonesia yang di gelar oleh Lingkar Daerah Belajar (LDB) di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, baru-baru ini.

Sosok wakil Bupati yang ramah ini, menuturkan jika kegiatan Konferensi Pendidikan Indonesia ini sangat bermanfaat bagi daerah-daerah di Indonesia dimana peserta yang hadir juga dapat melakukan komunikasi langsung tentang pendidikan hingga ke akar rumput.

“Khususnya untuk Sanggau kami butuh pendampingan dari pusat untuk bagimana fokus di dunia pendidikan.” Kata Susana.

Lebih lanjut kata Susana,
“Untuk pendidikan di Sanggau, kita tidak hanya mengharapkan dari anggaran, meski itu telah dianggarkan, namun berbagai cara pendekatan pun kita lakukan, diantaranya melalui komunitas-komunitas, ibu-ibu pengajian, atau KWRI untuk me menyampaikan kepada mereka agar peduli terhadap keluarga dan lingkungannya.” Ujarnya lagi.

Susana berharap melalui kegiatan Konferensi Pendidikan Indonesia ini, agar pemerintah pusat lebih mendengar suara akar rumput di daerah dalam membuat program yang tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan didaerah masing-masing, secara khusus Susana berpesan kepada Kementerian Pendidikan RI, Kementerian PU dan Kementerian Kesehatan untuk lebih memperhatikan Kabupaten Sanggau yang merupakan daerah perbatasan langsung dengan Malaysia dimana kesenjangan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan sangat jauh mencolok, hal inilah yang membuat masyarakat Sanggau lebih memilih ke Serawak daripada ke Pontianak khususnya bidang kesehatan.

Diketahui Konferensi Pendidikan Indonesia 2025 menghadirkan beragam sesi, mulai dari dialog kebijakan berpihak kepada anak, lokakarya, pameran inovasi pendidikan, hingga sesi belajar bersama anak. Forum ini juga dihadiri oleh perwakilan kementerian terkait, mulai dari Kemendagri, Kemendiktisaintek, Kemendikdasmen, KemenPPPA, Kemkomdigi, dan Kemenag, serta melibatkan Kanwil Kemenag. (yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *