Sorotjakarta,-
Warga Perumahan Duta Harapan, Kota Bekasi menolak tempat bermain Billiard yang beroperasional dilingkungan Perumahan Duta Harapan, karena khawatir tempat tersebut akan menjadi tempat kumpulnya para remaja dengan hal hal yang negatif.
Penolakan tersebut disampaikan pada saat sejumlah pengurus RT dan RW bersama warga menggelar aksi unjuk rasa menolak dan meminta pemilik MZ Billiard menutup tempat bermain Billiard tersebut pada Minggu, 20 April 2025 didepan ruko tempat operasional MZ Billiard.
Arif Ridwan selaku Sekretaris RW. 11 Perumahan Duta Harapan, Kota Bekasi, dalam orasinya meminta MZ Billiard menutup dan membatalkan operasional permainan Billiard sekaligus Cafe karena khawatir tempat tersebut dapat menjadi ajang kumpul anak-anak dan remaja dilingkungannya dan melakukan hal-hal negatif seperti berjudi, minum alkohol, dan kegiatan negatif lainnya.
Arif juga menyampaikan bahwa pihak MZ Billiard sejak awal belum pernah meminta izin dari pengurus lingkungan untuk membuka usaha tempat bermain Billiard tersebut dari mulai RT, RW, Kelurahan, dan kecamatan, tiba-tiba grand opening.
Saat aksi unjuk rasa berlangsung pihak MZ Billiard menolak dibilang belum mengantongi izin, karena mereka mengklaim telah memiliki NIB, namun warga menduga NIB yang dikantongi oleh pihak MZ Billiard memanipulasi surat izin dari warga, karena saat mengurus NIB pengusaha harus melampirkan tandatangan persetujuan warga setempat, sementara hingga saat ini warga setempat belum pernah dimintakan tanda tangan merestui Berdirinya MZ Billiard.
Senada dengan Arif, Ketua RT.03/11 Joko Umbaryanto dan Ketua RT. 04/11, Taufiqurrahman juga menyatakan keberatan atas dibukanya MZ Billiard dilingkungannya, dengan alasan yang sama, yaitu mengkhawatirkan anak-anak dan para remaja dilingkungannya akan banyak menghabiskan waktu ditempat bermain Billiard tersebut.
“Kami bersama warga menolak, khawatir tempat tersebut menjadi ajang melakukan hal-hal negatif bagi anak-anak kami, yang sudah jelas saja pasti mereka main billiard dengan berjudi” ujarnya
“Kami meminta pihak MZ Billiard mempertimbangkan kembali niatannya untuk membuka tempat bermain Billiard dan kafe dilingkungan kami, dan kami juga meminta pihak kelurahan dan kecamatan menolak permohonan izin yang saat ini sedang diurus oleh pihak MZ Billiard, karena jika MZ Billiard tetap beroperasional kami khawatir warga marah dan terjadi hal-hal yang tidak kita harapkan semua.” Tegasnya
“Warga sudah merencanakan aksi unjuk rasa dengan jumlah yang lebih besar dari sebelumnya, dengan tujuan aksi ke Kelurahan Harapan Baru dan kecamatan Bekasi Utara” Tutup Arif.(yr)
