Maret 7, 2026

Biak,-
Penjaringan aspirasi tentang efektifitas kemanfaatan dana Otonomi khusus (otsus) bagi Orang Asli Papua yang di lakukan oleh sejumlah anggota (MRP) “Majelis Rakyat Papua” di beberapa kampung dan daerah terpencil serta perkotaan di Kabupaten Biak Numfor, merupakan suatu kegiatan rutinitas yang sering di lakukan untuk melihat sejauh mana penggunaan dana-dana tersebut dan apa pemanfaatanya bagi masysarakat. Apakah masyarakat sudah sejahtera atau belum, dalam penggunaan dana otonomi khusus yang lalu dan dana otonomi khusus yang sekarang bagi orang asli papua (OAP).

Agustina Rumbrar, salah satu anggota MRP turun langsung di dua kampung yaitu kampung Sosmai dan Kampung Dousi dimana pertemuan penjaringan aspirasi tersebut di pusatkan di kampung Sosmai yang terletak cukup jauh ke tengah-tengah pulau Biak atau bisa di kategorikan sebagai pedalaman Biak atau kampung terpencil yang berbatasan dengan distrik Yaosi di utara biak, dan distrik biak barat, namun ke dua kampung tersebut masih berada di bawah pemerintahan distrik Biak barat.

Dalam kunjungan tersebut ibu Agustina Rumbrar bersama kedua staf pendamping dari pokja adat beserta dua kepala kampung beserta jajarannya dan dikawal oleh pihak Kepolisian atau dari Polsek setempat disambut meriah oleh tari yosim pancar (yospan) dan injak piring sebagai budaya adat suku Biak, sebagai tanda yang bersangkutan baru pertama kali menginjakan kaki di tempat tersebut atau kunjungan-kunjungan tertentu saja, sebagai simbol di hormati dan di hargai (mansorandak).

Pembukaan dan doa serta kata-kata sambutan di lakukan, setelah itu mewakili masyarakat baik dari adat, toko pemuda, toko perempuan,dan toko agama berkumpul dan membagi empat (4) kelompok untuk membahas empat seshi serta berdiskusi dan menyampaikan aspirasi langsung kepada ibu Rumbrar selaku anggota MRP untuk di bahas nanti serta di lanjutkan aspirasi-aspirasi tersebut kepada instansi-instansi terkait agar dapat di perhatikan keluhan dan kebutuhan masyarakat di daerah yang masih membutuhkan perhatian pembangunan.

Yoas Kmur,S.ip PJ.Kepala kampung Dousi saat di wawancarai tim media online mengatakan bahwa mewakili kampung Sosmai dan Dousi ia dan masyarakat ke dua kampung tersebut merasa bangga atas kunjungan yang telah di lakukan oleh ibu Agustina rumbrar beserta kedua staf dari MRP (Majelis Rakyat Papua) Jayapura ke Kabupaten Biak Numfor dan telah meluangkan waktu untuk bisa turun ke lapangan melihat dan mendengar serta menerima aspirasi secara langsung di dua kampung ini,”ucap nya.

sebagai pemerintah kampung, ada beberapa hal yang sangat di butuhkan antara lain bidang Kesehatan, pendidikan, Infrastruktur dan Ekonomi kerakyatan. Misalnya bidang ekonomi kerakyatan, bahwa kalau bisa ada bantuan modal usaha dari dinas terkait juga bantuan alat pertanian seperti traktor bahkan kalau bisa ada mobil pengangkut hasil kebun mereka ke pasar karena kalau mau dilihat hasil-hasil kebun dari kedua kampung ini cukup dominan dan bisa membantu melengkapi kebutuhan masyarakat biak khusus di sector pertanian. bahkan ia mencontohkan kalau di laut nelayan mendapatkan perahu dengan tulisan di boat/perahu fiber itu dana DAK/Otsus lalu kenapa tidak ada yang begitu untuk kami yang berada di tegah-tengah hutan seperti ini, kalau bisa mobil pengangkut dengan tulisan yang serupa untuk angkutan dalam segala hal,hasil kebun, orang sakit yang di butuhkan untuk pelayanan 1×24 jam.

Pendidikan, diharapkan ada pendidikan gratis bagi anak sekolah mulai dari SD-SMA dan juga ketersediaan sekolah tingkat atas SMA di sini serta rehap gedung SD dan sedianya rumah dinas bagi guru.

Kesehatan, Pustu yang berada di ke dua kampung tersebut mohon di benahi kalau bisa harus ada tambahan tempat tidur dan obat-obatan serta kekurangan lainnya, karena ibu melahirkan sering kesusahan dengan fasilitas yang tersedia, serta kader posyandu harap ada honornya dan rumah dinas para perawat/Bidan.

Infra struktur, Jalan sebagai penghubung dari kampung ke kota dan juga sebaliknya,sudah empat Bupati di Biak belum ada perbaikan sama sekali jalan lama dari darfuar menuju biak barat dan juga menuju kampung sosmai-dousi bahkan sampai saat ini jalan semakin tambah rusak parah,begitu pula perumahan yang telah di janjikan sebanyak 20 kk baik dari Pupr Provinsi serta biak dan juga Kodim (TMD), juga air bersih sebagai salah satu faktor kebutuhan yang paling utama,pertanyan nya? dimana dan kemana dana otsus tersebut dan apa pemanfaatannya untuk kami di Biak serta lebih khusus di kampung Sosmai dan Dousi? Dana otonomi khusus berjalan dari tahun 2001 hingga 2019 stop,setelah itu tidak ada lagi, kami juga masyarakat dan warga “Negara Republik Indonesia” yang patut mendapatkan perhatian pembangunan dari segala kekurangan yang kami alami. “pinta Kmur.

Kelompok Pemikir Masyarakat Kampung Sosmai dan Dousi Distrik Biak Barat, terdiri dari 4 bidang sebagai berikut ;

1. Bidang Pendidikan (Koor: Yan Rejauw) ;
– Pendidikan Gratis.
– Tersedianya SMA.
– Rehabilitas Gedung SD.
– Rumah Dinas Guru.

2. Bidang Kesehatan (Koor: Yohana Rejauw) ;
– Rehap Gedung Pustu.
– Fasilitas Kesehatan dan Obat-obatan.
– Insentif Kader Posyandu.
– Rumah Dinas Perawat/Bidan.

3. Bidang Infrastruktur ( Koor: Mateus Mandobar) ;
– Jalan.
– Perumahan Layak Huni.
– Air bersih.

4. Bidang Ekonomi & Kerakyatan (Koor: Markus Mandobar) .
– Modal Usaha (Petani/Pekebun).
– Transportasi/ Angkutan /BUMDES.

Kata Rumbrar bahwa perautan pemerintah (PP) 107 pasal 6 yang berbunyi 30.a. 35% belanja pendidikan, 25% belanja kesehatan, 30% belanja infa sruktur, 10% belanja pemberdayaan masyarakat adat.setara1% DAU Nasional pasal 4 ayat 2 huruf h. di tujukan untuk a).pembangunan pemeliharaan public. b).Peningkatan kesejahteraan OAP (orang asli papua) dan penguatan lembaga adat.c).Berdasarkan kebutuhan dan prioritas daerah sesuai peraturan perundang-undangan.

Pasal 9 dana berbasis kinerja 1,25% dari DAU Nasional, pasal 4 ayat 2 huruf b.di tujukan, a).paling sedikit 30% belanja biaya pendidikan,b).paling sedikit 20% belanja kesehatan,pemberdayaan ekonomi kerakyatan 50%. Dari pasal demi pasal sasaranya adalah bagaimana mewujudkan kesejahteraan bagi orang asli papua(oap),penilaian atau efaluasi umum tentang berjalannya otsus bagi provinsi papua masih di jumpai kesenjangan disana sini.
– Otonomi khusus (Otsus belum repersentatif).
– Orang asli papua atau masyarakat kampung Sosmai dan Dousi belum menyetujui pengaturan atau penggunaan dana Otsus secara maksimal.

MRP sebagai representasi Orang Asli Papua (OAP) hadir ke tengah-tengah masyarakat Biak Numfor sesuai dengan jadwal penjaringan aspirasi pada bulan maret tahun 2025 untuk menjaring aspirasi masyarakat di kampung terpencil maupun daerah-daerah perkotaan dan MRP Sudah harus menyikapi Otsus jilid dua (2) yang sudah di canangkan pemerintah pusat sehingga ibu Agustina Rumbrar sebagai pendengar dan penerima aspirasi rakyat akan melanjutkan untuk di bahas dalam forum MRP (Majelis Rakyat Papua) di Jayapura gedung tifa Apo, untuk di tindak lanjuti dan semua masukan serta pendapat rakyat terjaring akan menjadi dokumen penting dalam rangka mengefaluasi Otonomi khusus lalu maupun otonomi khusus yang sekarang maka dengan nata tegas agustina minta agar dana otonomi khusus harus benar-benar di turunkan sebagai hak dari masyarakat asli papua,karena itu adalah “uang darah dan air mata Orang Asli Papua”.(hwk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *