Sorotjakarta,-
Sehari jelang sidang lanjutan sengketa PHPU Kabupaten Puncak Jaya di Mahkamah Konstitusi RI, kembali Bumi Cendrawasih diguncang bentrokan antar masa pendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang dikabarkan menelan 1 orang korban nyawa dan beberapa rumah terbakar.
Masyarakat berharap kepada Presiden agar Mahkamah Konstitusi RI berhati-hati dalam memberikan keputusannya, sebab jika salah dalam mengambil keputusan bukan tidak mungkin terjadi bentrokan yang lebih dahsyat lagi diantara dua pendukung Paslon atau mungkin ada oknum-oknum lain yang bermain.
Ketua tim sukses paslon 02 Miren Kogoya- Mendi Wonerengga menduga atas persoalan yang terjadi di Puncak Jaya berat dugaan ada oknum yang sengaja memanfaatkan pemerintah Puncak Jaya dalam situasi seperti ini, pasalnya jika melihat kronologis kejadian tanggal 12 Februari dimana bermula saat Pemerintah Puncak Jaya yakni PJ Bupati, Sekda, Kapolres dan Dandim Puncak Jaya diminta untuk membantu menjemput korban akibat bentrokan pada tanggal 5 Februari dan untuk memfasilitasi perdamaian namun yang terjadi diluar dugaan, setelah datang 2 truk dan 1 ambulance dilokasi bukan membahas perdamaian, malah terjadi konflik. Jadi berat dugaan ada oknum yang memanfaatkan Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya yang tidak ingin melihat Puncak Jaya aman dan tenang dengan mengorbankan masyarakat sebab Pilkada telah selesai, masyarakat telah memberikan hak suaranya, dan alam raya Papua telah mengetahui pemimpin pilihan mereka Miren Kogoya- Mendi Wonerengga nomer urut 2 dan telah ditetapkan melalui SK KPU Puncak Jaya no 476 tahun 2024 pada tanggal 18 Desember 2024
“Kita ucapkan terimakasih kepada aparat keamanan TNI dan Polri yang ada di Puncak Jaya, kami dari tim 02 mengucapkan terimakasih atas pengamanannya dalam menjaga, melindungi dan mengayomi masyarakat Puncak Jaya.” Ucap Wekis Wonda Timses Paslon 02 Miren-Mendi pada media di Jakarta, 12/2/2025.
Lebih lanjut kata Wekis, Puncak Jaya selama ini aman-aman saja, tapi setelah sidang MK dan sebelum sidang MK muncul bentrokan masa pendukung. Kami mohon kepada aparat TNI dan Polri untuk memberi klarifikasi siapa sebenarnya penyerang utama?, siapa yang menyerang duluan? atau siapa dalang dibalik ini semua? silahan cari dalang dari persoalan di Puncak Jaya agar persoalan tidak tumpang tindih di lapangan.
“Untuk penyelenggara Pemilu khususnya KPU dan Bawaslu Puncak Jaya bersikaplah netral jangan berpihak kesalah satu paslon karena dampaknya akan terjadi keributan dimasyarakat, jangan menggiring opini dengan memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan kenyataan dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) karena masyarakat sudah cerdas dalam menentukan pilihan, mereka meminta pertanggungjawaban atas suara yang telah mereka berikan tanggal 27 November 2024 untuk Paslon pilihan mereka.” Tegas Wekis.
“Sekalilagi kami tegaskan penyelenggara Pemilu Pucak Jaya bersikaplah netral jangan seolah-olah seperti menjadi saksi untuk salah satu Paslon. Disini kami bantah bahwa dalam Pilkada Puncak Jaya tidak ada perampasan logistik seperti yang disebutkan, pendistribusian logistik telah sesuai aturan dan disaksikan para pihak- pihak terkait. Jangan membangun opini yang salah antara fakta dilapangan dengan kenyataan.” Pungkas Wekis.(yr)
