Sorotjakarta,-
Praktisi Kesehatan Masyarakat meminta masyarakat untuk berhati-hati terhadap jarum tajam dan “jarum tumpul” (hubungan seksual beresiko) karena hal tersebut sangat penting untuk mencegah penularan HIV/AIDS. Menurut dr. Ngabila Salama HIV dapat menyebar melalui kontak langsung dengan darah yang terkontaminasi.
Ada beberapa hal yang perlu diketahui masyarakat, antaralain:
1. Bahaya Jarum Tajam
Jarum tajam seperti jarum suntik atau alat medis lainnya dapat menjadi media penularan HIV jika:
– Digunakan bergantian, terutama di kalangan pengguna narkoba suntik.
– Tidak steril, misalnya dalam prosedur medis atau tato.
– Tidak dibuang dengan benar, sehingga orang lain bisa terkena saat membuang sampah atau menginjaknya.
Cara Pencegahan:
– Gunakan jarum suntik sekali pakai (disposable syringe).
– Pastikan jarum suntik dan alat medis lainnya steril sebelum digunakan.
– Hindari berbagi jarum suntik, bahkan dengan orang yang terlihat sehat.
– Buang jarum tajam di tempat pembuangan khusus untuk menghindari kecelakaan.
Penularan HIV melalui hubungan seksual yang berisiko terjadi ketika ada pertukaran cairan tubuh yang terinfeksi (seperti air mani, cairan vagina, darah, atau cairan rektal) dengan pasangan yang tidak terinfeksi. Hubungan Seksual yang Berisiko Menularkan HIV:
1. Tanpa Penggunaan Kondom
– Berhubungan seksual tanpa kondom meningkatkan risiko penularan HIV, terutama jika salah satu pasangan terinfeksi.
– Hubungan seksual anal lebih berisiko karena jaringan di rektum lebih rentan terhadap luka dibandingkan jaringan di vagina.
2. Berganti-ganti Pasangan Seksual
– Memiliki banyak pasangan seksual meningkatkan kemungkinan berinteraksi dengan seseorang yang terinfeksi HIV, terutama jika status HIV mereka tidak diketahui.
3. Hubungan Seksual dengan Pasangan yang Tidak Diketahui Status HIV-nya
– Risiko meningkat jika pasangan memiliki HIV dan tidak menjalani terapi antiretroviral (ART).
4. Adanya Luka atau Infeksi sifilis, herpes, atau gonore dapat mempermudah virus masuk ke dalam tubuh.
5. Hubungan Seksual Saat Menstruasi
– Jika salah satu pasangan positif HIV, darah menstruasi dapat meningkatkan risiko penularan.
HIV dapat ditularkan melalui:
– Cairan tubuh (air mani, cairan vagina, cairan rektal, atau darah) yang masuk ke tubuh pasangan melalui mukosa (lapisan di vagina, penis, anus, atau mulut) atau luka terbuka.
– Penularan lebih tinggi jika pasangan yang terinfeksi memiliki viral load tinggi (jumlah virus dalam darah).
Pencegahan Penularan HIV Melalui Hubungan Seksual:
1. Gunakan Kondom dengan Benar
– Kondom lateks atau poliuretan sangat efektif dalam mencegah penularan HIV jika digunakan dengan benar setiap kali berhubungan seksual.
2. Profilaksis Pra Pajanan (PrEP)
– Obat PrEP dapat diminum oleh orang yang negatif HIV tetapi berisiko tinggi untuk melindungi diri dari infeksi.
3. Rutin Melakukan Tes HIV
– Lakukan tes HIV secara rutin, terutama jika memiliki pasangan baru atau beberapa pasangan seksual.
4. Terapi Antiretroviral (ART)
– Orang yang hidup dengan HIV yang menjalani ART dan memiliki viral load tidak terdeteksi tidak dapat menularkan HIV melalui hubungan seksual (U=U: Undetectable = Untransmittable).
5. Hindari Seks Saat Ada Luka atau Infeksi
– Jangan berhubungan seksual jika ada luka atau infeksi pada alat kelamin karena risiko penularan meningkat.
6. Edukasi tentang Hubungan Seksual yang Aman
– Tingkatkan kesadaran tentang pentingnya perlindungan diri dan komunikasi dengan pasangan mengenai status kesehatan.
“Penularan HIV melalui hubungan seksual dapat dicegah dengan langkah-langkah sederhana namun konsisten. Edukasi dan akses terhadap alat pencegahan seperti kondom dan PrEP sangat penting untuk melindungi diri dan pasangan.” Pungkas Ngabila.(yr)
