Sorotjakarta,-
Kasus seorang anak remaja yang menusuk orang tua dan neneknya di daerah Jakarta Selatan menjadi perhatian Praktisi Kesehatan Masyarakat dr. Ngabila Salama.
Ia menyebut kasus remaja yang diduga mengalami halusinasi dan skizofrenia (gangguan jiwa berat) merupakan tanda bahwa kita tidak boleh mengabaikan gangguan jiwa ringan yang muncul, ia menghimbau masyarakat untuk segera melakukan terapi kpada ahlinya baik psikolog dan psikiater.
Jika gejala awal dikenali, hanya butuh konseling / psikoterapi supportif tanpa obat-obatan dan dapat sembuh degan cepat secara sempurna tanpa ada gejala sisa. Tentunya kualitas hidup baik dan tidak mengancam nyawa diri / orang sekitar.
Tanda-tanda balita mengalami gangguan kesehatan mental meliputi:
1. Perubahan Emosi
• Emosi ekstrem seperti marah, sedih, atau takut tanpa alasan jelas.
• Kesulitan mengontrol emosi, seperti tantrum berlebihan yang sulit dihentikan.
2. Perilaku Tidak Biasa
• Menarik diri atau tidak mau bermain dengan teman sebaya.
• Perilaku agresif seperti menggigit, memukul, atau merusak barang tanpa alasan jelas.
• Melakukan tindakan berulang, seperti menggoyangkan tubuh atau menggigit kuku secara berlebihan.
3. Gangguan Tidur dan Makan
• Kesulitan tidur, mimpi buruk yang berulang, atau sering terbangun di malam hari.
• Nafsu makan berubah drastis, baik penurunan atau peningkatan yang berlebihan.
4. Keterlambatan Perkembangan
• Perkembangan keterampilan bicara, motorik, atau sosial lebih lambat dibanding anak seusianya.
5. Kecemasan yang Berlebihan
• Ketakutan tidak rasional terhadap hal-hal biasa seperti suara keras, gelap, atau perpisahan dengan orang tua.
6. Keluhan Fisik yang Tidak Jelas Penyebabnya
• Sering mengeluh sakit perut, sakit kepala, atau keluhan lain yang tidak ditemukan penyebab medisnya.
7. Sulit Fokus dan Hiperaktif
• Tidak bisa mengikuti arahan sederhana atau kesulitan fokus pada aktivitas tertentu.
• Terlalu aktif hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Tanda-tanda awal anak sekolah dan remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental sering kali bervariasi, tetapi ada beberapa pola umum yang dapat dikenali. Berikut adalah tanda-tandanya:
1. Perubahan Emosi
• Kesedihan Berkepanjangan: Anak terlihat sering murung atau sedih tanpa alasan yang jelas.
• Kecemasan Berlebihan: Rasa takut atau khawatir yang ekstrem terhadap situasi sehari-hari, seperti sekolah atau pergaulan.
• Kemarahan yang Tidak Terkendali: Mudah marah atau frustrasi terhadap hal-hal kecil.
2. Perilaku Sosial yang Tidak Biasa
• Menarik Diri: Menghindari teman, keluarga, atau kegiatan sosial yang sebelumnya disukai.
• Kesulitan Bergaul: Mengalami konflik dengan teman sebaya atau isolasi sosial.
3. Masalah Akademik
• Penurunan Prestasi: Nilai menurun atau kehilangan minat pada pelajaran.
• Kesulitan Berkonsentrasi: Sulit fokus atau mudah teralihkan saat belajar.
4. Perubahan Perilaku
• Perilaku Berisiko: Mulai mencoba merokok, alkohol, atau obat-obatan.
• Agresi atau Kekerasan: Melakukan kekerasan fisik atau verbal terhadap orang lain.
• Pemberontakan Berlebihan: Mengabaikan aturan di rumah atau sekolah secara terus-menerus.
5. Masalah Fisik yang Tidak Jelas Penyebabnya
• Keluhan Sakit: Mengeluh sakit kepala, sakit perut, atau lelah terus-menerus tanpa alasan medis.
• Gangguan Tidur: Kesulitan tidur, mimpi buruk, atau tidur terlalu banyak.
6. Perubahan Pola Makan
• Nafsu Makan Berubah: Makan terlalu sedikit atau terlalu banyak.
• Penurunan atau Peningkatan Berat Badan: Tidak sesuai dengan pola pertumbuhan normal.
7. Tanda Depresi atau Gangguan Emosional
• Berbicara tentang Bunuh Diri atau Kematian: Sering berbicara atau memikirkan tentang hal-hal tersebut.
• Merasa Tidak Berharga: Mengungkapkan perasaan rendah diri atau tidak berharga.
8. Kehilangan Minat
• Tidak tertarik pada aktivitas yang sebelumnya disukai, seperti olahraga, seni, atau bermain dengan teman.
“Dengarkan Anak dengan Empati: Berikan waktu dan perhatian untuk mendengar apa yang mereka rasakan tanpa menghakimi.” Ucsp Ngabila.(yr)
