Maret 6, 2026

Sorotjakarta,-
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Palu bersama seluruh PSMTI se Indonesia menghadiri acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Hotel Intercontinental, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu, 28/9/2024.

Dalam kesempatan itu, Wijaya Chandra selaku ketua PSMTI Kota Palu menuturkan tepat diusia PSMTI ke 26 tahun juga diperingati dan mengenang peristiwa bencana alam dahsyat likuefaksi atau tanah bergerak di Kota Palu 6 tahun silam tepatnya pada 28 September 2018, sehingga untuk mengenang dan memperingati kejadian itu PSMTI Kota Palu menggelar doa bersama serta tabur bunga dilokasi kejadian likuefaksi.

Wijaya Chandra bercerita, bencana alam dahsyat yang terjadi itu merupakan cikal bakal terbentuknya PSMTI Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah dimana pasca kejadian seluruh suku Tionghoa Indonesia khususnya di Palu terpanggil untuk membantu masyarakat yang tertimpa atau terdampak bencana alam tersebut. Bersama Pemda dan masyarakat setempat PSMTI yang merupakan organisasi kemasyarakat suku Tionghoa di Indonesia bergandengan tangan mengambil peran dalam membantu masyarakat.

“Pas waktu itu kita turun langsung ke lapangan membagikan 10 truk sembako, tembus melalui Mamuju yang saat itu koordinator wilayah PSMTI adalah yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PSMTI.” Tutur Wijaya.

Atas peristiwa 6 tahun silam telah menjadikan suatu momen kenangan yang sedih dan bahagia, dimana kala itu kata Widia merupakan awal terbentuknya PSMTI di Kota Palu tetapi juga terjadinya bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuefaksi yang melanda Palu pada 28 September 2018.

“Saya pikir ini adalah momen khusus buat PSMTI Palu, kami bersyukur bisa mengabdi kepada masyarakat, bisa membantu masyarakat, hingga kini kegiatan PSMTI setiap bulan yakni rutin memberikan bantuan sembako ke panti asuhan dan difabel.” Pungkas Wijaya lagi.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *