Maret 7, 2026

Sorotjakarta,-
Sekitar 3 ribu guru madrasah swasta yang tergabung dalam Perkumpulan Guru Inpassing Nasional (PGIN) menggelar aksi damai di depan Gedung DPR RI Senayan Jakarta, pada Senin 28/8/2023.

Menurut Ketua Umum Perkumpulan Guru Inpassing Nasional(PGIN) Hadi Sutikno bahwa mereka menuntut tiga hal kepada pemerintah melalui DPR RI Komisi VIII.

“Pertama kaitan dengan kuota P3K di Kemenag di perbanyak dan juga ada beberapa persyaratan yang harus di permudah.” Kata Hadi di halaman Gedung DPR RI usai diterima audensi oleh Wakil Ketua MPR RI sekaligus anggota Komisi VIII Yandri Susanto.

“Kedua terkait revisi PMA 43 yang itu membelenggu untuk pembayaran inpasing guru di Kemenag karena masa kerja dianggap 0 tahun dengan adanya PMA 43 dan juknis TPG yang muncul kata-kata “Tanpa Memperhitungkan Masa Kerja” yang harus dihilangkan sebagai bentuk penghargaan masa kerja sebagai guru.

“Lalu yang ketiga khusus di Jawa Timur terkait TPG yang masih banyak TPG yang belum di selesaikan, yakni tahun 2015, 2018, 2019 dan 2020. Di Diknas sekali dapat SK inpassing langsung dibayarkan sesuai golongan dan masa kerja, kalo di Kemenag hanya golongan dan masa kerja 0 tahun.” Ujar Hadi.

Lebih lanjut Hadi menuturkan dirinya dan beberapa perwakilan yang diterima masuk untuk beraudensi merasa gembira pasalnya apa yang menjadi tuntutannya telah ia sampaikan dan diterima langsung oleh wakil rakyat di DPR RI namun butuh pengawalan.

“Kita akan kawal terus dan tadi pak Yandri mengatakan akan langsung Raker dengan pihak terkait.” Pungkas Hadi.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *