Sorotjakarta,-
Dua bulan surat tak mendapat respon atas surat yang dilayangkan oleh BKKBN kepada Kementerian PAN/RB atas permohonan Forum Penyuluh Nusantara membuat mereka kecewa dan sedih bagaimana tidak, mereka adalah pahlawan terdepan dalam membantu pemerintah yang turun langsung kepelosok negeri dalam memberikan penyuluhan tentang kesehatan ibu dan anak yang menghasilkan turunnya angka stanting di Indonesia.
Hingga akhirnya pada Jumat, 11/8/2023 ratusan PLKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana) PPPK yang lulus TA.2022 mendatangi kantor Kementerian PAN/RB.
Kedatangan mereka dipimpin langsung oleh Ketua Umum Forum Penyuluh nusantara, Ketut Adriyani.
Dari pantauan media di lokasi dan mewawancarai salah satu penyuluh asal Sumatera Selatan Eva Maria, ia menyebut telah 18 tahun sebagai penyuluh KB di daerah Sumsel, dengan segala resiko dan tingkat kesulitan yang harus di hadapi, namun ia menyebut dengan penyuluhan dan pendekatan secara emosional hingga masyarakat mau berbondong-bondong mendatangi Posyandu dan kini daerah tersebut berhasil menurunkan angka stunting dan berhasil meraih penghargaan tingkat Kabupaten dan tingkat Provinsi dari BKKBN.
Adriyani menyebut kedatangan mereka untuk meminta jawaban atas surat yang di kirim 2 bulan yang lalu oleh BKKBN, terkait Permohonan PLKB yang di tempatkan di luar daerah asalnya di kabulkan atau tidak.
Ditemui di lingkungan Kementerian PAN/RB, kepada media ini Adriyani mengungkapkan rasa kecewa yang di dirasakan oleh kawan-kawan penyuluh nusantara karena belum mendapatkan jawaban dari surat yang mereka kirim.
“Temen-temen yang hadir saat ini menginginkan kepastian dan jawaban dari surat yang kami kirim 2 bulan yang lalu, apakah permohonan untuk dikembalikan ke daerah asal dapat dikabulkan atau tidak, jawaban itu yang kami tunggu.” Ujar Adriyani.
Ia menyebut dirinya prihatin terhadap kawan-kawan penyuluh KB khususnya asal daerah Sumatera Selatan yang hadir langsung di Kantor PAN/RB dengan biaya sendiri demi mendapatkan jawaban dari Kementerian PAN/RB.
“Bukan seperti ini caranya, setelah kami datang kemari, jawaban dari staf SDM Aparaturnya menyebut itu adalah wewenang PPK sedangkan dari BKKBN menunggu keputusan dari PAN/RB, jadi kami ibaratnya seperti bola ditendang sana ditendang sini tidak mendapatkan jawaban yang pasti.” Ungkap Adriyani.
Ia juga menyampaikan bahwa ratusan penyuluh nusantara yang hadir saat ini tidak akan pergi meninggalkan kantor PAN RB jika belum bertemu pejabatnya.
“Mereka yang hadir ini merupakan perwakilan dari 962 orang, mereka mengatakan jika tidak dikembalikan ke wilayah tugasnya maka mereka akan menggundurkan diri secara masal sebagai calon P3K jabatan fungsional PKB.” Terang Adriyani.
Keterangan Kepala BKKBN.
Kepala BKKBN angkat bicara terkait permohonan dari PLKB yang lulus PPPK tahun 2022 yang meminta penempatan kembali ke wilayah mereka mengabdi.
Saat di mintai tanggapan atas hal tersebut, Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo yang baru saja bertemu Menteri PAN/RB Abdullah Azwar Anas dan hendak memasuki mobil dinas menyebut itu adalah persoalan penempatan dan telah dibicarakan oleh Pak Menteri PAN/RB.
“Ini urusannya masalah penempatan, tadi udah di bicarakan pak Menteri, supaya penempatannya di usulkan kembali, ditata kembali, udah diizinkan oleh pak Menteri.” Kata Hasto pada media, di Kantor PAN/RB, Jumat, 11/8/2023.
“Kemudian mengenai kuota, sekarang kuotanya kan belum banyak yang tercover ada 11 ribu, itu kita ajukan lagi mungkin di tahun 2024, kan selalu bertahap, tahun 2023 dapat tambahan lagi 2 ribu, nanti tahun 2024 yang non PNS di akomodir.” Pungkas Hasto.(yr)
