Sorotjakarta,-
BKKBN menerima kedatangan Pengurus Pusat Penyuluh Nusantara Indonesia di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Jumat, 4/8/2023.
Kedatangan mereka di terima langsung oleh Deputi ADPIN Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M. Pd didampingi oleh Direktur Lini lapangan dan Biro SDM BKKBN.
Ni Ketut Adriyani selaku Ketua Umum menyebut kedatangannya untuk beraudensi dengan BKKBN terkait kejelasan status kawan-kawan PLKB yang belum terakomodir hingga saat ini.
“Selaku ketua umum saya harus bertanggung jawab kepada kawan-kawan kami yang belum terakomodir sampai saat ini.” Kata Ni Ketut Adriyani pada media saat keluar dari ruang audensi.
Adriyani datang tidak sendiri, ia di dampingi beberapa pengurus Federasi PLKB.
“Yang pertama yang kami tanyakan tentang kawan-kawan kami yang 962 orang yang sedang kami usulkan pada tanggal 19 Juni 2023 agar bisa dikembalikan ditugaskan di daerahnya masing-masing dengan alasan kami berstatus P3K bukan PNS.”
“Lalu maksud kedatangan kami yang kedua adalah untuk memohon kepada Kepala BKKBN agar petugas PLKB yang sudah 2 kali mengikuti tes dan lulus untuk diperhatikan lalu meminta prioritas untuk kawan-kawan yang pada tahun 2022 telah lulus tes tetapi tidak mendapatkan formasi itu agar tidak di tes lagi sesuai analisa kami.” Beber Adriyani.
Pada media Adriyani menyebut bahwa ia optimis dengan segala upaya yang telah di lakukan sebagai Ketua Umum Federasi PLKB Indonesia dalam memperjuangkan kesejahteraan anggotanya akan membuahkan hasil.
“Pada tanggal 27 Juli yang lalu kami juga telah menayakan langsung ke PAN/RB. Tentu harapan kawan-kawan kami yang 962 orang itu bisa dikabulkan.” Harap Adriyani
“Dari Kementerian juga belum mengeluarkan keputusan karena masih dilakukan asesmen.” Tambah Adriyani
Adriyani juga mengatakan bahwa dirinya memperoleh informasi dari sumber berita bahwa pada hari ini (Jumat siang) akan diadakan pertemuan secara virtual meeting oleh BKKBN.
“Dari informasi pada hari ini
Jumat, 4/8/2023 siang akan diadakan pertemuan secara virtual meeting untuk membahas terkait nasib kawan-kawan 962 dan formasi yang belum terisi, dan kemungkinan itu akan diisi oleh kawan-kawan yang berstatus P.” Terang Adriyani.
Ia juga menerangkan dalam kesempatan pertemuan yang diwarnai kekeluargaan tersebut, Adriyani menyampaikan usul dan masukannya kepada pihak BKKBN agar PLKB yang lulus tahun anggaran 2022 tetapi tidak mendapatkan formasi agar mendapatkan prioritas untuk tidak dites lagi.
“Permohonan tersebut juga telah kami sampaikan kepada
bapak kepala BKKBN pada hari Jumat tanggal 5 Mei 2023 di Yogyakarta.” Kata Adriyani.
Menurut analisa Adriyani bahwa PLKB tersebut telah terbukti ahli di bidangnya dan secara teknis mereka telah lulus.
“Penyuluh KB dekat dengan masyarakat, ada kedekatan emosional yang dibangun sejak mereka bertugas, penyuluh KB telah bertugas puluhan tahun.” Ujarnya
“Negara ini kan tidak perlu menguji lagi secara eligible kawan-kawan kami itu sudah terbukti bahwa mereka ahli dalam bidangnya secara tes, dan juga kawan-kawan kami yang berstatus passing grade itu sudah tes secara teknisnya mereka sudah lulus, tetapi jika negara mengetes ulang artinya negara harus membutuhkan biaya yang sangat besar. Alangkah baiknya kebijakan ini segera ditindaklanjuti atas dasar permohonan kawan-kawan PLKB yang sekitar 3. 848 orang.” Beber Adriyani.
“Kami memohon dan menginginkan agar forum penyuluh nusantara dilibatkan pada saat menyusun teknis mekanisme pelaksanaan rekrutmen PPPK JF PKB dan JF PLKB tahun 2023.” Harap Adriyani
Hasil Mediasi
Ketua Umum Adriyani mengungkap hasil pertemuannya dengan pihak BKKBN yang di wakili oleh
Deputi ADPIN Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M. Pd didampingi oleh Direktur Lini lapangan dan Biro SDM BKKBN,
“BKKBN sudah satu frekuensi dengan kami forum penyuluh Nusantara, apa yang menjadi aspirasi kami sudah tercatat, karena tadi ditemui oleh Bapak Deputi ADPIN bukan sebagai pengambil keputusan dan semua aspirasi kami akan disampaikan ke pimpinan.” Ucap Adriyani.
“Kesimpulan selanjutnya untuk 962 itu masih menunggu kabar dan jawaban dari Kementerian PAN/ RB lalu untuk yang berstatus B belum ada kesimpulan apa-apa dan berdasarkan keputusan Menteri PAN/RB yang terbaru nomor 571 yang dikeluarkan pada tanggal 2 Agustus 2023 masih akan dibahas pada jam 2 siang hari ini.” Ujar Adriyani lagi.
Dari hasil pertemuannya bersama staf BKKBN, Adriyani menyampikan pada media bahwa dirinya mendapat informasi jika formasi untuk tahun anggaran 2023 sudah ada namun belum bisa disampaikan hasilnya karena masih di meja pimpinan dan tersegel.
“Pihak yang menemui kami tadi belum mendapatkan datanya karena surat itu baru datang tadi malam dan masih di meja pimpinan, masih tersegel karena sifatnya sangat rahasia sehingga belum diketahui berapa jumlah dari yang diusulkan BKKBN di setujui oleh PAN/RB.” (yr)
