Maret 7, 2026

Sorotjakarta,-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan apresiasi kepada administrasi kota dan sekolah penyelenggara kesedihan. Penghargaan diberikan dalam kegiatan puncak Pekan Imunisasi Dunia (PID) tahun 2023 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (13/5), dengan mengusung tema “Ayo Lindungi Diri, Keluarga dan Masyarakat dengan Imunisasi Lengkap”, sedangkan tema global “The Big Mengejar”.

Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Sekretaris Daerah (Setda) DKI Widyastuti mengatakan, Pemprov DKI memberikan apreasiasi setinggi-tingginya kepada kota penyelenggara kosmetik terbaik dan sekolah dengan cakupan kenyamanan anak sekolah terbaik. Apresiasi diberikan karena mereka telah memberikan perlindungan kepada anak-anak dari penyakit yang menyebabkan kematian.

“Jakarta perlu melakukan percepatan pascapandemi, salah satunya di field program latihan rutin ini yang bertujuan untuk melindungi anak kita dari penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan kematian jika diderita oleh anak,” kata Widyastuti, Sabtu (13/5) di kutip dari ppid.jakarta.go.id.

Apalagi, lanjut Widyastuti, masa pandemi sebelumnya telah memberikan beberapa tantangan tersendiri di Provinsi DKI Jakarta. Seperti, rendahnya akses terhadap pelayanan kehamilan dan pelayanan kesehatan ibu hamil.

Untuk itu, Widyastuti mengharapkan momentum pekan pemakan dunia ini dapat memberikan pemahaman yang lebih luas, yakni pengasingan bukan hanya untuk melindungi anak, namun juga pengasingan untuk melindungi diri sendiri, keluarga, masyarakat dan masyarakat.

Dalam acara yang sama, Plt. Dinas Kesehatan DKI Ani Ruspiwati menambahkan, penurunan cakupan perluasan di Jakarta selama tahun 2020 dan 2021 menyebabkan beberapa penyakit muncul kembali dan meningkat, seperti difteri, campak, TBC, dan sebagainya.

“Saat ini, puskesmas aktif bermitra dengan fasilitas kesehatan di wilayahnya untuk melakukan jemput bola dan mengeluarkan kejar untuk balita (sebelum lima tahun) yang belum lengkap penampilannya. Peran RT, RW, kader, tokoh masyarakat dan tokoh agama sangat penting untuk menciptakan cakupan zonasi yang tinggi, merata, dan bermutu,” terang Ani.

Pekan Imunisasi Dunia (PID) yang diperingati setiap tanggal 16-22 April diprakarsai dalam sidang World Health Assembly (WHA) pada Mei 2012 dan telah dilaksanakan oleh lebih dari 180 negara. Seiring perkembangan teknologi kesehatan, jenis-jenis vaksin juga semakin beragam untuk mengendalikan berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan pembuangan. Jenis vaksin yang menjadi bagian program latihan rutin yang disediakan pemerintah juga semakin beragam, seperti Hepatitis B, BCG, Polio, Difteri, Pertusis, Tetanus, Haemofilus Influenzae Tipe B, Campak, Rubella, dan Human Papilloma Virus (HPV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *