Maret 7, 2026

Sorotjakarta,-
Puluhan warga Apartemen Graha Cempaka Mas menghadiri RDPU bersama Komisi III DPR RI di Senayan Jakarta pada Senin, 10/4/2023.

RDPU yang dipimpin oleh wakil ketua komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh
membahas permasalahan kepengurusan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Graha Cempaka Mas (GCM) yang berlokasi di Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan tersebut Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi yang juga warga apartemen Graha Cempaka Mas merasa gerah atas permasalahan yang berlarut-larut antara pihak pengelola yakni PT Duta Pertiwi dengan warga Apartemen Graha Cempaka Mas yang berujung pada pemutusan aliran listrik dan air bersih ke penghuni apartemen Graha Cempaka Mas (GCM).

“Bapak pimpinan dan semua anggota Komisi III serta semua yang mendengar pembicaraan saya, pokok persoalannya adalah kami bukan minta belas kasihan kepada orang kaya untuk membayar listrik dan air. Kami bukan pecundang, kami pakai listrik akan kami bayar sendiri.” Tegas Saurip Kadi dalam ruang komisi III DPR RI

Saurip menegaskan, masalah mendasar bukan terkait tarik menarik iuran listrik dan air, melainkan penegakan Perundang-undangan.

“Ini persoalan penegakan undang-undang,” tegasnya lagi.

Saurip juga memaparkan, bahwa PT Duta Pertiwi juga telah memotong pipa air dan mematikan listrik kebutuhan Warga.

Ia menyebut, Warga yang masih bisa menikmati listrik dan air adalah, pihak yang mau membayar dan berhasil diteror oleh PT Duta Pertiwi. Sementara, warga yang terus melakukan perlawanan, tidak mendapatkan air dan listrik sejak Desember 2022.

Komisi III pun dalam waktu dekat akan memanggil PT Duta Pertiwi sebagai pengelola bersama.

“Hari ini semua anggota Komisi III yang hadir telah memahami dengan sejelas-jelasnya persoalan yang terjadi dan kedudukan PT Duta Pertiwi sebagai pengelola bersama di Graha Cempaka Mas (GCM) adalah ilegal.” Tegas Saurip pada awak media.

Saurip menegaskan apa yang ia sampaikan dalam RDP bersama Komisi III dapat dipertanggungjawabkan dunia dan ahkirat.

Ia juga menuturkan bahwa dirinya dan warga GCM yang hadir dalam RDPU merasa senang dengan rencana Komisi III yang akan berkunjung ke Apartemen GCM dan akan ada dengar pendapat bersama pihak kepolisian untuk tidak melanjutkan cara -cara lama.

“Karena lucu, pemilik tanah adalah kami kok bisa- bisanya ratusan polisi datang kesitu bukan untuk menghalau preman tetapi justru menangkap kami, mereka bahkan berani memutus aliran listrik dan mengambil meteran air karena merasa ada beckingnya. Semua yang kami sampaikan dapat kami pertanggung jawabkan dunia dan akhirat, yang pasti PT Duta Pertiwi yang nunjuk disitu siapa? karena sudah ada putusan MA bahwa mereka kalah, apakah PT Duta Pertiwi mempunyai izin, masalah ini yang mendasar adalah masalah penegakan undang -undang, jangan masalah seperti ini dibiarkan.” Pungkas Saurip Kadi.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *