Maret 7, 2026

Sorotjakarta,-
Beredar surat tanggapan ketua RT.05, RW. 08 Kelurahan Sumur Batu, Kec. Kemayoran, Jakarta Pusat prihal ucapan terimakasih yang disampaikan oleh Ketua RW 08 Jemmy R Wollah atas pelaksanaan Pokja di Rumah Susun Graha Cempaka Mas melalui surat DPRKP DKI Jakarta No e-0674/RR.01.00.

Dalam surat tanggapan Ketua RT 05 yang bernomer. 001/RT 05/XI/2022, tanggal 25 November 2022 dan ditandatangani langsung oleh Suwanto Suherman, ia menyampaikan beberapa fakta, antaralain: pertama ia mengatakan tidak turut paraf pada halaman 1, kedua ia menegaskan bahwa selama ini ia membayar APL kepada PPRS Graha Cempaka Mas ke bapak Hery Wijaya, lalu ada juga fakta yang disampaikan, jika ia tidak habis pikir atas keputusan mantan Gubernur DKI Jakarta pada tanggal 14 Oktober 2022 dengan menerbitkan SK No. 1047/2022 tentang pencabutan SK Gub no. 1029/2000 yang merupakan SK Pendirian PPRS Graha Cempaka Mas.

Lalu ada juga poin keberatan yang mengatakan ia selaku warga GCM mempertanyakan bagaimana dengan uang yang dipungut oleh Tonny Soenanto sejak 2013 sampai sekarang.

Tanggapan Ketua RW 08

Dengan tersenyum santai sosok Ketua RW 08 Jemmy R Wollah memberikan klarifikasi atas beberapa tanggapan yang disampaikan ketua RT 05 Suwanto Herman, bahkan surat tersebut ditembuskan ke beberapa pihak terkait seperti:
Kapolda Metro Jaya, Sekretaris Daerah Provinsi Jakarta, Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta, Kapolres metro Jakarta Pusat, Kepala Suku DPRKP Kota Administrasi Jakarta Pusat, Camat Kemayoran, Kapolsek Kemayoran, Lurah Sumur Batu dan tembusan kepada Pemilik dan Penghuni Apartemen Graha Cempaka Mas. Maka Jemmy R Wollah memberikan klarifikasinya.

Poin demi poin di tanggapi santai oleh Ketua RW 08, sambil tersenyum Jemmy meyakini jika Suwanto telah keliru dalam memberikan bantahan atau kurang jeli terhadap bantahannya, karena menurut Jemmy surat bantahan Suwanto adalah perihal dukungan dan ucapan terimakasih atas ditetapkannya pelaksanaan Pokja di lingkungan GCM bukan membicarakan masalah pungutan atau pengurus PPPSRS.

“Pertama intinya kalo dia tidak setuju ya jangan di tandatangani, ini sekarang dia tandatangani lalu dia bantah, intinya saya tidak memaksa dan tidak meminta untuk menandatangani, kan dia sendiri mendukung, hari ini dia mendukung esok dia menolak ini adalah masalah inkonsistensi.” Ujar Jemmy

“Lalu ada juga pernyataan dari Suwanto masalah krusial yang dia sebut tidak ada kesesuaian hingga ia tidak memaraf lembar pertama, itu saya berani katakan ia sedang keliru, lupa atau berbohong karena saya sendiri yang menyaksikan, bahwa dia paraf, karena disana juga hadir semua RT termasuk dia.” Tegas Jemmy.

Terkait masalah pembayaran IPL yang dikatakan Suwanto bahwa ia membayar ke pak Herry Wijaya, “saya ingin menanggapi bahwa pak Suwanto ini tidak mengerti, tidak bisa memisahkan, bahwa surat yang kami buat adalah tidak menyinggung pengurus PPPSRS juga tidak mengurus masalah pembayaran, karena itu bukan urusan kami.”

“Tapi okelah saya akan menanggapi karena ini sudah beredar, bahwa saya katakan apa yang disampaikan pak Suwanto itu tidak relevan dengan surat yang dia bantah, jadi ini semacam menyampaikan hal keinginan dari pihak-pihak tertentu, padahal judul suratnya adalah membantah jadi tidak relevan dengan bantahan antara mendukung Pokja dengan pembayaran.” Beber Jemmy.

Berikutnya terkait bantahan Suwanto tentang pembayaran RT 01 sampai RT 04 pembayaran ke pak Tonny sedangkan dia ke pak Herry, ini sebenarnya sudah diluar konteks dari surat bantahan jadi jangan melebar kemana-mana.

Menurut Jemmy RT itu bagian dari pemerintah karena RT di pilih oleh warga, jadi seharusnya dapat memberikan contoh yang baik dalam menjalankan UU yang telah di tentukan oleh pemerintah.

Jemmy meminta kepada pak Suwanto, tidak usahlah membahas hal-hal diluar konteks dari pembahasan masalah pelaksanaan Pokja di GCM, jangan melebar kemana-mana, berilah contoh yang baik dan hadirkan rasa aman dan damai di lingkungan GCM.

“Saya berharap kepada seluruh warga GCM untuk tidak mudah terpancing oleh informasi yang tidak jelas sumbernya, warga harus jeli karena informasi yang benar datangnya dari pemerintah bukan dari P3SRS pak Tonny atau PPSRS pak Herry. Mari kita sambut pesta demokrasi di lingkungan GCM dengan pelaksanaan Pokja.” Harap Jemmy.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *