Maret 7, 2026

Sorotjakarta,-
Serikat Karyawan Jakarta International Container Terminal (SEKAR JICT) menggelar acara Musyawarah Tinggi Anggota ke II kepengurusan SEKAR JICT periode 2019-2022 dengan tiga agenda penting yaitu penyampaian laporan pertanggung jawaban atas kinerja pengurus secara transparan dan terbuka, penetapan perubahan rancangan AD /ART, dan pemilihan Ketua Umum sekaligus Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi baru untuk kepengurusan Periode 2022-2025.

Musyawarah Tinggi Anggota II SEKAR JICT yang digelar di ballroom hotel ibis style sunter pada Kamis, 20 Oktober 2022, dibuka oleh Mirah Sumirat selaku Presiden ASPEK Indonesia dan disaksikan oleh beberapa tamu undangan antara lain, Jajaran Direksi PT. JICT, Ketua Federasi DPC Kimia Energy & Pertambangan (Solihin, SH. MH), DPO & DKS SEKAR JICT, dan Pengurus Harian SEKAR JICT, serta seluruh Anggota SEKAR JICT.

Suwandi selaku Ketua Umum Sekar JICT menyampaikan sambutannya bahwa Musyawarah Tinggi Anggota II SEKAR JICT merupakan agenda penting bagi perjuangan kepengurusan SEKAR JICT untuk mempersiapkan diri dimasa yang akan datang, dalam mempersiapkan dan menghadapi tantangan integrasi dan transformasi bisnis jasa pelabuhan ke depan.

“Selain ikut memajukan bisnis perusahaan, SEKAR JICT juga berkomitmen untuk terus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan karyawan, membela hak-hak, dan mewujudkan keadilan serta memastikan hubungan industrial berjalan baik, dengan menjunjung tinggi sosial dialog bersama manajemen diperusahaan” Sambung Suwandi

Selain tiga agenda penting diatas, dalam agenda Musyawarah Tinggi Anggota II, SEKAR JICT juga dengan memperkenalkan Mars SEKAR JICT sekaligus Logo baru SEKAR JICT kepada seluruh peserta yang hadir dan tamu undangan.

“Selamat untuk SEKAR JICT yang telah menyelenggarakan Musyawarah Tinggi Anggota dengan baik dan tetap berkomitmen untuk melaksanakan sosial dialog dalam menyelesaikan permasalahan industrialnya tanpa aksi demo. Kata demo atau unjuk rasa itu hanya dipakai untuk yang paling akhir, alias senjata pamungkas di akhir, apabila keran komunikasi sudah ditutup oleh manajemen.” Kata Mirah Sumirat selaku Presiden Aspek Indonesia dalam sambutannya.

Kalo senjata terakhir itu kita digunakan secara terus menerus pada akhirnya akan menjadi tumpul, dan tidak lagi Jadi gerakan yg sakral, maka biarkan ASPEK Indonesia yang demo ke istana ga usah demo ke JICT kan gitu ya” lanjut Mirah Sumirat sambil tertawa.

“Setiap permasalahan hubungan industrial itu harus bisa diselesaikan dimeja perundingan, baik dilakukan secara formal maupun informal, syaratnya buka ruang komunikasi dan transparansi baik pihak manajemen maupun pihak serikat” ujar Mirah.

“Jadi keberadaan Serikat dalam suatu perusahaan itu sangat berpengaruh pada kemajuan perusahaan dan untuk kesejahteraan karyawannya. Sekali lagi buka ruang-ruang dialog secara intens dan komprehensif, secara terbuka dan transparan.” tutup Mirah Sumirat.

“SEKAR JICT seperti bayi yang baru lahir, tapi bayi ini adalah bayi ajaib, perlu diketahui bahwa nama nya sudah kemana – mana. Di kementerian namanya ada, di tingkat disnaker, bahkan di Forum-forum Buruh kawasan yang terkenal namanya Pak Suwandi selaku Ketum Sekar JICT sangat melekat di hati para kawan-kawan serikat se Jakarta.” Sebut Solihin, SH. MH selaku ketua dewan pengurus cabang Jakarta Timur Federasi Kimia Energi dan Pertambangan (KEP) yang sekaligus juga pemilik TS Lawfirm dan Tim Hukum Gugatan UU Cipta Kerja Nasional saat menyampaikan sambutannya.

Diakhir acara, Musyawarah Tahunan Anggota II Sekar JICT memutuskan kembali Suwandi sebagai Ketua Umum Sekar JICT untuk periode 2022-2025, karena dianggap selama ini Suwandi berhasil memperjuangkan kesejahteraan Karyawan dan menjalin Hubungan Industrial yang harmonis bersama manajemen diperusahaan, serta sukses membawa nama Sekar JICT ke kancah perburuhan tingkat Nasional dibawah Federasi Aspek Indonesia.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *