Maret 7, 2026

Sorotjakarta,-
Muktamar Al Ittihadiyah Ke-20 resmi di buka oleh Wakil Presiden RI Prof Dr. KH. Ma’ruf Amin, jam 13.00 di Istana Wakil Presiden.

Dihadiri sekitar 200 orang berasal dari Dewan Pimpinan Pusat Al- Ittihadiyah dan 25 Dewan Pimpinan Wilayah Al-Ittihadiyah Muktamar mengambil tema Persatuan dan Kesatuan Ummat Untuk Indonesia Maju.

Maksud dan Tujuan Muktamar XX Al-Ittihadiyah

Maksud, diselenggarakannya Muktamar XX Al-Ittihadiyah adalah : Memantapkan jati diri warga Al Ittihadiyah sebagai salah Ormas Islam terbesar di Indonesia dan mempersiapkan diri menghadapi dinamika dan gejolak perubahan yang terjadi dalam kehidupan agama, masyarakat, bangsa dan negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Muktamar Al-Ittihadiyah sebagai forum tertinggi dalam organisasi Al-Ittihadiyah merupakan agenda rutin 5 (lima) tahunan untuk mengkaji, membahas, mencermati permasalahan serta mencari jalan keluar (solusi) atas berbagai permasalahan agama, masyarakat dan bangsa Indonesia.

Tujuan Muktamat Al-Ittihadiyah XX adalah :

Meneguhkan dan menyegarkan kembali semangat kebangsaan dan cinta tanah air (hubbul wathan) kepada seluruh warga Al-Ittihadiyah di seluruh Indonesia dalam memperkuat dan membangun Negara Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
Untuk membahas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tanggal (AD/ART) Al-Ittihadiyah
Untuk membahas Program Kerja Al-Ittihadiyah periode 2022 – 2027 Membahas Rekomendasi Muktamar XX Al-Ittihadiyah baik internal dan eksternal
Membahas Pertanggungjawaban Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Al-Ittihadiyah periode 2016 – 2021
Memilih Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Al-Ittihadiyah periode 2022 – 2027

“Ini merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi dalam organisasi, dimana akan dilakukan penijauan ulang terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Al Ittihadiyah, Program Kerja Kepengurusan Al Ittihadiyah, Penyusunan Rekomendasi-rekomendasi untuk penguatan kelembagaan dan organisasi (internal) dan penyikapan terhadap isu-isu strategis politis menyangkut kemasyarakatan, kebangsaan dan
kenegaraan (eksternal).” Ujar Ketum Dr. Ir. KH. Lukmanul Hakim, Kamis, 15/9/2022.

Dalam memecahkan permasalahan ummat, Al Ittihadiyah yang di Medan Sumatera Utara tahun 1935 (87 tahun) senantiasa selalu berusaha mencari jalan keluar dari pertentangan furuiyah, perbedaan dalam pandangan tradisional dengan pandangan modern diantara ummat, antara pro penjajah dengan pro pribumi, kesenjangan pengetahuan agama dengan pengetahuan umum (iptek) yang menyebabkan umat Islam hanya berkutat pada masalah pinggiran.

Sebagai salah satu Organisasi Massa Islam terbesar di tanah air Indonesia, Al Ittihadiyah tetap akan lebih berperan dalam mainstream Pembangunan Nasional sehingga masalah pokok bangsa terutama terkait dengan peningkatan kesejahteraan rakyat, peningkatan Sumberdaya Manusia dan Pengelolaan Sumberdaya Alam secara lestari dan berkesinambungan dan mampu mensejahterakan rakyat.

Dalam kontegks bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangganya yang baru Hasil Muktamar 2016 di UNIDA Bogor, Al-Ittihadiyah menerapkan konsep persaudaraan antar sesama kaum Muslimin atau ukhuwah Islamiyah, komsep persaudaraan antar sesama manusia dari berbagai agama dan suku (ukhuwah basyariyah) dan konsep persaudaraan antar sesama anak bangsa dalam konteks cinta tanah air sebagai bagian daripada iman atau hubbul wathon minal iman, yang disebut ukhuwah wathoniyah. Hal ini sejalan dengan konsep dasar bernegara kita yang tesurat dan tersirat dalam Panca Sila dan Undang-Undang Dasar 1945. Oleh sebab itu persatuan dan kesatuan ummat dan bangsa merupakan sasaran perjuangan daripada Al-Ittihadiyah.

Negara Republik Indonesia Pasca kemerdekaan dan Pasca Reformasi merupakan dua gelombang yang penuh tantangan bagi Al Ittihadiyah dan pergolakan bangsa Indonesia untuk terus masuk kedalam mainstream perubahan dimana berbagai gejolak ideologi, politik, sosial budaya, ekonomi dan hankam hadir dan mengiringi perjalanan panjang Al Ittihadiyah. Bahkan saat ini kita memasuki era Disrupsi yang membawa perubahan global didalam berbagai segi kehidupan.

Era disrupsi diperkenalkan oleh Clayton Christensen pada tahun 1997 dalam bukunya yang berjudul “The Innovator’s Dilemma”. Apabila dikaitkan dengan bisnis dan teknologi digital di era sekarang ini, arti dari Disrupsi Digital dan Teknologi adalah suatu efek yang mengubah hal-hal mendasar (Fundamental) mengenai pandangan serta perilaku masyarakat terhadap pasar, industri, budaya, dan berbagai proses di dalamnya yang disebabkan oleh inovasi dan perkembangan teknologi digital yang semakin maju. Ada disrupsi teknologi digital bidang kesehatan, bidang keuangan (finance), bidang costumer service (layanan pelanggan), bidang pendidikan dan bidang retail. Perubahan drastis dalam ekosistem kehidupan akan terus berubah dan harus dihadapi dengan bijak oleh warga Al Ittihadiyah dan bangsa Indonesia. Muktamar Al-Ittihadiyah harus dapat mengantisipasi perubahan ini dan mempersiapkan warganya untuk tetap istiqamah dan mempertahankan akhlaqul karimah dalam kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Gejolak perubahan yang mengalir deras harus disikapi secara cerdas, tepat dan bijaksana dengan pendekatan dan cara (thariqah) keilmuan yang kekinian sehingga Al Ittihadiyah mampu menjawab tantangan perubahan zaman bahkan bisa membawa perubahan itu sendiri. Hal ini sesuai dengan kaidah taghayyurul ahkam bitaghayyuril amkinah wal azminah (sebuah sistem dan aturan harus mengikuti perubahan ruang dan waktu). Dalam konteks ini maka kami para penggerak Al Ittihadiyah se-Indonensia menyelenggarakan Muktamar Al Ittihadiyah ke-20 dari tanggal 14 – 16 September 2022 dapat menjadi pelopor perubahan dan kemajuan bangsa ke depan dengan landasar Ajaran Islam Ahlussunnah Waljama’ah. Hal ini pernah diucapkan oleh pendiri Al Ittihadiyah 87 tahun yang lalu, bahwa suatu saat kebangkitan dan kemajuan ummmat Islam dan bangsa Indonesia mencapai cita-cita Indonesia Emas karena peran Al-Ittihadiyah didalamnya dengan kader-kadernya yang unggul dan handal. (yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *