Sorotjakarta,-
Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) menggelar Muktamar Pendidikan
Class Medical Faculty di Era Pasca Pandemi” pada, Jumat, 10-12 Juni 2022, di Jakarta.
Ketua AIPKI Pusat ,Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M(K), M.Med.Ed menerangkan, tema itu kami
ambil karena terjadi perubahan tatanan kebiasaan baru masa pandemi Covid-19 sangat
berpengaruh besar pada
perubahan proses belajar mengajar di semua institusi pendidikan kedokteran di Indonesia. Selanjutnya adanya pola adaptasi baru dan protokol kesehatan menjadi
syarat utama proses kegiatan pendidikan.
Terkait kemajuan pendidikan kedokteran, Prof Budu, AIPKI menyatakan, selalu berusaha berkembang dalam menghadapi kemajuan di bidang pendidikan kedokteran maupun perubahan
dalam kebijakan dibidang Kesehatan. Kemudian terus menerus mengupayakan perbaikan dan kemajuan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Era Pasca Pandemi Covid-19.
AIPKI juga telah berkomunikasi dan diskusi bersama dengan berbagai pihak, antara lain
Kemendikbud Ristek, Kementrian Kesehatan, KKI, IDI, KDI, ARSPI, LAM-PTKes, serta pengambil regulator lainnya.
“Semua itu dilakukan demi meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran di Era Pasca Pandemi Covid-19 dan mampu menghadapi tantangan dan perkembangan di dunia Kesehatan,” ujar Prof Budu, dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Hasanuddin
Ketua Panitia Muktamar AIPKI ke XI ,Prof. dr. Hj. Rika Yuliwulandari, M.HIL.Sc., Ph.D.,Sp.KKLP menambahkan, AIPKI merupakan forum komunikasi institusi penyelenggara pendidikan kedokteran di Indonesia. Asosiasi ini dibentuk sebagai jembatan dan wadah komunikasi antar institusi penyelenggara pendidikan kedokteran di Indonesia dengan pemerintah.
Menurut Prof. Rika, AIPKI selalu berusaha mengembangkan dan bergerak secara konstruktif menghadapi perkembangan di bidang pendidikan kedokteran, menghadapi perubahan dan perkembangan kebijakan pendidikan kedokteran, serta menghadapi perubahan kebijakan bidang kesehatan.
AIPKI juga terus mengupayakan perbaikan dan kemajuan meningkatkan kualitas pendidikan untuk mencetak tenaga Kesehatan berkualitas, professional, dan mampu menghadapi tantangan dan perkembangan di dunia kesehatan,
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi ini menegaskan, AIPKI mendukung transformasi kebijakan kesehatan menuju Indonesia Sehat 2025.
Khusus percepatan pemenuhan dokter. Menurut Dekan FK Universitas Yarsi salah satu strategi telah disepakati Komite Bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dan Kementerian Kesehatan, perbaikan dan kemajuan peningkatan kualitas Pendidikan, mencetak tenaga kesehatan melalui peningkatan kuota nasional mahasiswa pendidikan kedokteran,
“Itu sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran,” tutur Prof Rika
Sebagai upaya peningkatan kuota nasional berbasis evaluasi implementasi Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 43 Tahun 2017 tentang Kuota Nasional dan
Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Prodi Kedokteran dan Prodi Kedokteran Gigi dan prioritas kebutuhan dari Kementerian Kesehatan, “AIPKI,sekali lagi tetap mendukung transformasi
kebijakan kesehatan,”tekan Ketua Panitia Muktamar XI AIPKI
Prof Rika, yang juga ketua AIPKI Wilayah II Ketua Panitia Muktamar AIPKI mengatakan,
Muktamar ke-11 juga mengundang 87 perwakilan institusi Fakultas Kedokteran seluruh
Indonesia, dua calon anggota AIPKI dan dua lagi perwakilan dari calon FK yang akan dibuka.
Muktamar kali ini akan dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia dan ada suguhan daun
sirih kepada peserta pilihan, diskusi panel dengan narasumber Menteri Kesehatan, Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU. Ketua Komisi X DPR RI, H. Syaiful Huda, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI), Konsultan Intensif Care, Magister Administrasi Rumah Sakit,dan Lembaga Akreditasi Mandiri
Perguruan Tinggi Ilmu Kesehatan (LAM PT-Kes.).
Muktamar ke-11 sebagai pelaksana (host) AIPKI Wilayah-2, terdiri, FK.Universitas Yarsi,
FK.Universitas Indonesia, FK.Universitas Katolik Atmajaya dan FK.Universitas Trisakti. Kemudian FK.Universitas Pembangunan Nasional Veteran, FK.Univeritas Kristen Indonesia, FK.Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah, FK.Universitas Kristen Krida Wacana, FK.
Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka, FK.Universitas Tarumanegara, dan. FK.Universitas Gunadarma,
“Selama tiga hari, event ini juga akan menggelar banyak kegiatan menarik” tutup Prof Rika.(yr)
