Maret 7, 2026

Sorotjakarta,-
Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Dwi Rio Sambodo mengungkapkan penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies Baswedan harus mengetahui budaya Jakarta yang heterogen dan multikultural.

“Artinya menjadikan keberagaman sebagai potensi Jakarta. Serta mampu menghantarkan Warga Jakarta pada pesta demokrasi 2024 yang kemungkinan perlu persiapan multidimensi,’ ujar Rio saat berbincang dengan wartawan, Selasa (12/4/2022).

Menurut anggota komisi A DPRD DKI ini figur Pj Gubernur harus memiliki visi tentang Jakarta pasca Ibu kota Negara.

“Pj Kepala Daerah pasti tidak akan banyak manuver demi pencitraan sendiri, kalau sekarang kan bekerja Nol pencitraannya yang seratus,” bebernya.

Yang pasti lanjut Rio Pj Kepala Daerah untuk DKI Jakarta akan memiliki segudang pekerjaan rumah (PR) yang ditinggalkan oleh Gubernur Anies Baswedan.

“Mulai dari masalah banjir, kemacetan, transportasi massal, hunian, Air Bersih, dan lain-lain,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) segera menyiapkan calon pengganti para kepala daerah yang habis masa jabatannya pada tahun ini.

Tercatat ada 101 kepala daerah yang bakal habis masa jabatannya pada tahun ini. Ada tujuh guberbur yang habis masa jabatannya sebelum Pemilu dan Pilkada 2024.

Mereka adalah, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Banten Wahidin, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan serta Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

“Kita juga harus mempersiapkan pejabat gubernur, pejabat bupati, pejabat wali kota yang berakhir masa jabatannya pada 2022 ini. Ada 101 daerah, disiapkan ada 7 Gubernur, 76 Bupati, dan ada 18 wali kota yang diisi,” ujar Jokowi saat memberikan pengantar dalam Rapat Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 karena yang di akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (10/4/ 2022).

Jokowi mengingatkan calon pengganti para kepala daerah harus diseleksi dengan baik. Sebab, para calon kepala daerah harus siap menghadapi situasi ekonomi yang kurang baik. Di mana, perlu kepala daerah yang memiliki jiwa kepemimpinan kuat.

“Sehingga kita mendapatkan pejabat daerah yang kapabel, memiliki kepemimpinan yang kuat dan menjalankan tugas yang berat di tengah situasi ekonomi global yang tidak mudah,” bebernya.

Menurut Jokowi, kepala daerah yang kompeten dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dibutuhkan dalam persiapan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 sehingga bisa mempersiapkan pesta demokrasi dengan baik.

“Sudah jelas dilaksanakan 14 Februari 2024, ini perlu dijelaskan sampai nanti muncul spekulasi yang beredar di masyarakat tengah melakukan penundaan pemilu, atau spekulasi perpanjangan jabatan presiden dan yang berhubungan dengan tiga periode,” ungkap Jokowi.

Sumber: indoposnews.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *