Maret 7, 2026

Sororjakarta,-
Desela Rapimda Gabungan Perusahaan Kontraktor Nasional (GABPEKNAS) Provinsi DKI Jakarta pada Rabu, 30 Maret 2022 bertempat di Hotel Ibis Jakarta juga digelar diskusi publik dengan tema “Ruang dan Peluang Jasa Konstruksi 2022-2024, Di Masa Transisi Wajah Kota di Jakarta”, hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur DKI Jakarta Ir H. Ahmad Riza Patria, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Dr. Ir Hari Nugraha, kepala dinas Perumahan Rakyat dan kawasan permukiman Provinsi DKI Jakarta, Drs Sarjoko.MM serta Kepala Dinas sumber daya air Provinsi DKI Jakarta, Ir Yusmada Faizal Samad. Juga Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Syarif. M.Si.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ir H. Ahmad Riza Patria, selaku Keynote Speaker menegaskan, bahwa Mesti Ibukota pindah ke IKN, namun pekerjaan konstruksi tidak akan berhenti, dan kita punya 500 triliun untuk membangun Jakarta. Menjadi kota Kawasan Strategis Nasional, untuk itu kerjasama dengan GABPEKNAS tetap terbuka lebar.

Berbagai kemudahan investasi akan terus kita lakukan dengan regulasi maupun perijinannya. Termasuk perbaikan pelayanan untuk mempermudah bagi pangusaha maupun investor, ungkapnya.

Mewakili ketua Kadin DKI Jakarta, Ir Ronald dalam paparannya menegaskan bahwa meskipun ibukota Akan berpindah dari Jakarta namun Jakarta tetap akan menjadi sentra jasa termasuk konstruksi dan tidak akan terpengaruh dengan kepindahan sebutkan.

Jakarta akan melakukan peremajaan kota dengan renstra yang berbeda, sehingga ada perubahan yang mendasar termasuk tata ruang akan berubah, dan Jakarta akan melakukan kolaborasi dengan daerah lainnya, untuk menjadi pusat perdagangan dan perbankan, pusat pertemuan, pusat administrasi, pusat logistik ekspor impor dan pembangunan pasti akan terus berjalan dan fasilitas lain akan terus tumbuh, Jakarta maju, Gabpeknas Maju, tegas Ronald.

Kepala Dinas Perumahan DKI Jakarta, yang diwakili Eko Mardiriyanto, dengan tema “potensi kerjasama dalam penyediaan Perumahan Rakyat dan penataan kawasan pemukiman” menyampaikan bahwa luas DKI Jakarta tidak berubah dengan penduduk 10 juta jiwa lebih serta masih banyak yang belum memiliki rumah, padahal kemampuan untuk membeli rumah cukup tinggi hanya permasalahannya saat ini mereka lebih memilih membeli di luar DKI Jakarta sehingga Pemda memberikan ruang masyarakat berpenghasilan rendah untuk menyewa rumah susun.

Kebijakan DKI Jakarta pembangunan rumah vertikal juga memberikan peluang bagi Gabpeknas, dalam mewujudkan rumah layak huni di bidang pembangunan Perumahan maupun dari sisi fasilitas lainnya, pemda menyediakan bantuan fasilitas penyediaan MBR dengan subsidi yang efisien dan tepat sasaran, Seperti penyediaan Rusunami, dengan program Sejuta rumah dan DP 0 Rupiah, tegasnya.

Kepala Dinas Bina Marga menegaskan bahwa DKI Jakarta akan terus memberikan peluang kepada Mitra Pengusaha Konstaktor untuk memperbaiki Jakarta, di mana pembangunan nantinya akan lebih rapi seperti penertiban kabel-kabel yang saat ini masih ada di Jakarta, nantinya semua kabel listrik optik harus ditanam dan tidak boleh lagi berada di atas tiang – Tiang. juga penataan JPU akan dibangun dengan standar kualitas nasional, tegasnya.

Komisioner Lembaga Pengembangan jasa konstruksi Prof. Marlian Simanjuntak juga mengapresiasi Dalam pengadaan jasa konstruksi dilakukan melalui e-katalog, bersyukur semua anggota gak pernah sudah tersertifikasi dengan standar yang ditentukan, ungkapnya..(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *