Maret 7, 2026

Sorotjakarta,-
Kabupaten Sumbawa patut berbanga atas prestasi yang diterima dari JKPI (Jaringan Kota Pusaka Indonesia) sebagai Kota perubahan iklim yang digelar baru-baru ini di Kota Bogor.

Pengahargaan diserahkan langsung oleh presidium JKPI kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bappeda Ir. H. Junaidi. M.Si

Pada media, Junaidi mengucapkan syukur atas ditetapkannya Kabupaten Sumbawa sebagai Kota Perubahan Iklim atau Climate Change.

“Kami bersyukur atas penghargaan ini juga menjadi beban dalam rangka bagaimana implementasinya.”

Junaidi menerangkan kawasan Samota yang berada diKabupaten Sumbawa terdapat cagar biosfer yang saat ini sedang bekerjasama dengan Universitas Nasional dalam rangka mendorong bagaimana cara menyikapi sebuah prestasi yang bersifat nasional di Kabupaten Sumbawa.

“Kami juga tidak menyia-nyiakan kesempatan ini karena didalam kawasan Samota terdapat 3 potensi wisata yang cukup terkenal seperti, Teluk Saleh yang merupakan Teluk terkaya dunia hasil penelitian ITB dengan biota lautnya yang lengkap lalu ada Pulau Moyo dengan pesona air terjunnya dan terkenal sebagai tempat peristirahatan para pesohor Dunia salah satunya Lady Diana dan juga Gunung Tambora yang menggemparkan dunia beberapa tahun silam karena debu hasil letusannya hingga ke Eropa.”Terang Junaidi.

“Didalam kawasan Samota itulah menurut penelitian terdapat cagar biosfer, itulah alasannya Kab Sumbawa oleh JKPI dinobatkan sebagai Kota Perubahan iklim.” Jelas Kepala Bappeda ini.

Ia juga menuturkan bahwa saat ini Pemda Kab Sumbawa sedang melakukan pengembangan salah satu kawasan wisata yang dihuni 96 ekor hiu paus.(ke)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *