Sorotjakarta,-
Bintang Muda Indonesia (BMI) turut menyampaikan duka cita mendalam atas tewasnya Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha, akibat baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (25/4).
Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum BMI, Farkhan Evendi. Lebih jauh ia juga menyampaikan bahwa peristiwa ini merupakan pukulan telak bagi dunia intelijen dan pertahanan serta keamanan di Indonesia. Ia berpandangan peristiwa yang terjadi di Papua seolah mengirimkan pesan bahwa intelijen Indonesia lemah.
“Peristiwa ini juga memberikan kesan dan pesan bahwa pertahanan NKRI terlihat goyah dan kita patut marah atas kejadiaan ini,” ujar Farkhan. Kamis (29/4).
Namun demikian, Farkhan menyebut penanganan kasus ini juga harus tetap mengedepankan aspek Hak Asasi Manusia (HAM). Agar Indonesia juga bisa menunjukkan penegakan hukum yang adil dan bijaksana.
“Namun demikian kita harus tetap mengedepankan aspek HAM dalam mengusut insiden ini, memprosesnya dengan pendekatan hukum yang efektif, imparsial, terbuka dan adil. Jadi jangan ikut-ikutan arogan dalam menangani ini, tunjukkan bahwa kita ini negara beradap yang juga menjunjung tinggi HAM,” terang Farkhan.
Selain itu, Farkhan juga menilai apa yang terjadi di sana merupakan raport merah bagi keamanan dan dunia intelijen Indonesia.
“Kita menyesalkan dan sangat prihatin bahwa pertahanan dan keamanan yang seharusnya menjadi jantung negara telah diperlakukan dan dianggap seperti mainan oleh KKB dan ini meruntuhkan citra intelejen kita di mata dunia bahkan pesan buruk bagi kita semua,” tutur Farkhan
Farkhan menyebutkan bahwa DPR harus segera memanggil BIN dan melakukan evaluasi menyeluruh atas peristiwa ini. “Perlu ada tindakan tegas dari unsur unsur perangkat untuk mengevaluasi ini, seperti DPR dan yang lainnya. Terakhir kami sekali lagi menyampaikan duka cita mendalam atas apa yang telah menimpa dunia keamanan kita,” ucap Farkhan
