Maret 7, 2026

Sorotjakarta,-
Setelah ditunda selama 4 kali, Musda III DPD I Golkar Papua Barat kembali digelar pada Sabtu,15/8/2020. dengan tiga calon, masing-masing Rudy M Timisela, Lambert Jitmau dan Alfons Manibuy.

Agenda Musda yang beragendakan pemilihan Ketua di warnai dengan sedikit kekecewaan dari beberapa ketua DPD II yang tidak di perbolehkan masuk ke dalam ruang Musda.

Salah satu Ketua DPD II Golkar Kabupaten Raja Ampat, Selvi Wanma SH yang sangat kecewa, “Musda III ini cukup alaot, penuh intrik. Dari awal pelaksanaan Musda kami di halang-halangi di depan pagar oleh AMPG seolah-olah kami bukan kader partai Golkar.” Terang Selvi.

Lanjut ucapnya, setelah melalui pembicaraan akhirnya kamipun masuk ke dalam kantor DPP Partai Golkar, namun demikian, lagi-lagi kami di sini tidak di perkenankan masuk ke dalam acara Musda termasuk calon kandidat, Lamben Jitmau Walikota Sorong dengan alasan kami tidak menggunakan ID peserta yang di keluarkan oleh panitia, meskipun kami telah menunjukan surat tugas sebagai ketua DPD II Golkar Raja Ampat.”jelasnya.

Silviana juga membeberkan tentang pemanggilan calon kandidat oleh pihak DPP sebelum musda berlangsung.

“Kandidat dengan dukungan 15 suara di minta mundur dengan alasan ini adalah permintaan Ketum.” Terangnya.

Ia juga mengatakan setelah kita lihat verifikasi data ternyata ada beberapa Labupaten yang notabenenya kepala daerah di PLT pada H-1, contohnya Kabupaten Sorong Ketua DPD nya di PLT dan tidak di izinkan masuk kedalam acara Musda.

“Apakah ini yang namanya pesta demokrasi 5 tahunan, sebagai kader biarlah kita berada di areal Musda dengan porsi-porsi kita secara demokrasi, kita tidak boleh di tekan atau pakai intrik-intrik dari oknum-oknum pemegang mandat dan oknum-oknum DPD I Provinsi.” Tegas Selviana.

“Saya sebagai kader dan loyalis pak Erlangga Hartarto pada Munas tahun 2019 meminta agar Ketum mengambil sikap dan harus turun tangan dalam Musda III Papua Barat, karena ini adalah kader-kader terbaik yang maju dalam Musda bukan kaleng-kalengan.”

Di ketahu bahwa begitu Bupati-bupati mendukung pak Walikota yang akan maju sebagai kandidat, langsung beliau-beliau di PLT 1 hari sebelum pelaksanaan Musda, apa ini di perbolehkan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *