Sorotjakarta—
Baru-baru ini Universitas Indraprasta (UNINDRA) PGRI kembali melepas anak didiknya yakni menggelar wisuda ke-63, sejumlah 1.315 wisudawan tahun akademik 2017/2018, bertempat di Gd. Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur 22/9/2018.
Rektor Unindra PGRI, Prof, Dr. H Sumaryoto, pada kata sambutannya mengatakan, gelar wisuda ke 63 ini diikuti 1.315 rinciannya antara lain,
Strata Satu (S1) sebanyak 1.155, program Strata Dua (S2) 160 wisudawan.
Dikatakan Sumaryoto, dari 1.315 jumlah yang diwisuda, terdiri dari Fakultas Ilmu Pendidikan & Pengetahuan Sosial (FIPPS) Program Studi Bimbingan dan Konseling (S1) 87 orang, Program Studi Pendidikan Ekonomi (S1) 250 orang dan Program Studi Pendidikan Sejarah (S1) 15 orang.
Fakultas Teknik, Matematika & IPA (FTMIPA) untuk Program Studi Pendidikan Matematika (S1) 110 orang, Program Studi Pendidikan Biologi (S1) 30 orang dan Program Studi Pendidikan Fisika (S1) 11 orang.
Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (S1) 137 orang, Program Studi Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia (S1) 61 orang, dan Program Studi Desain Komunikasi Visual (S1) 27 orang.
Fakultas Teknik Informatika dan Komputer (FTIK) Program Teknik Informatika (S1) 375 orang, Program Teknik Industri (S2) 40 orang dan Program Teknik Arsitektur (S1) 12 orang.
Fakultas Pascasarjana Magister Pendidikan Program Magister Pendidikan MIPA (S2) 55 orang, Program Magister Pendidikan IPS (S2) 35 orang, Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia (S2) 25 orang dan Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris (S2) 45 orang.
Lebih lajut Prof. Dr. H. Sumaryoto mengatakan, sepuluh hari yang lalu tepatnya 12 September 2018 telah dilakukan wisuda yang ke-62. Selama semester gasal Tahun Akademik 2017/2018 ini menjadwalkan lima kali wisuda.
Dengan jumlah mahasiswa yang lebih dari 36 ribu memang wajar setiap lulusan akademik rata rata 6 ribu hingga 7ribu yang diluluskan sehingga tidak mungkin wisuda diadakan dua sampai tiga hari mengingat tempat dan kapasitas yang tidak tercukupi.
Kami berusaha semaksimal mungkin konsisten dengan aturan-aturan yang berlaku terutama mengenai pelaporan, memang agak sedikit terlambat tapi Insya Allah kedepan untuk wisuda bulan Oktober dan November 2018 ini Kami berusaha akan semakin baik sesuai aturan yang berlaku terutama menuju PP Menristekdikti No. 61 Tahun 2016.
Lanjut Sumaryoto mengatakan, sekarang ini Unindra sedang mengadakan program studi lanjut ada 117 dosen yang sedang S3. Ini akan berlanjut untuk tahun berikutnya karena kami telah memprogramkan beasiswa mandiri dari perguruan tinggi setiap tahunnya 45 orang.
Kedepannya Unindra terus memprioritaskan bagaimana agar senantiasa meningkatkan kualitas ataupun mutu pembelajaran yang pada akhirnya outcome lulusan semakin baik sebagaimana yang diharapkan semua pihak.
Wisuda kali ini ada yang luar biasa karena ada satu lulusan magister (program S2) kebetulan adalah istri dari bapak Sekretaris Lembaga Latanan (LL) Dikti.
Selain meningkatkan kualitas mutu akademik dosen, sarana prasarana juga terus dikembangkan sesuai anggaran yang tersedia, kita juga sedang memproses IMB untuk dibangun dua unit gedung sedang proses pembangunan,” ujar Sumaryoto.
Ucapan selamat atas nama lembaga menjadi sarjana dan magister yang tentunya menjadi standing out yang positif untuk terjun di masyarakat.
Dengan adanya revolusi industri 4.0 artinya mekanisasi akan berkembang pesat luar biasa, banyak tenaga manusia yang akan tergantikan komputer dan robot. Sekarang ini mulai terasa sudah mulai mengancam dan banyaknya para lulusan yang menganggur.
Para wisudawan tak perlu khawatir, di kampus saat studi sudah dibekali agama selama dua semester. Ini adalah kelebihan Unindra dibanding perguruan tinggi yang lain. Jadi Unindra memberikan materi pendidikan agama dua semester. Para mahasiswa sudah dibekali dengan masalah pedidikan akhlaq yang lebih matang dan berfikir lebih jernih.
Kita ini adalah manusia biasa sebagai makhluk, ada yang Maha Kuasa, ada yang Maha Mengatur.(yurike)
