Maret 7, 2026

Sorotjakarta,-
Perkembangan pembangunan di Provinsi DKI Jakarta semakin pesat yang akan berdampak pada perubahan ekosistem di antaranya semakin berkurangnya ruang terbuka hijau RTH dampak dari pembangunan gedung pencakar langit.

Terkait perubahan RTH tersebut, Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) Jakarta tahun 1965-1985 menyatakan bahwa luas RTH kota adalah 37% dari total luas Jakarta.
Kemudian, pada RUTR tahun 1985-2005 luas tersebut
mengalami penurunan menjadi 25,82%. Terakhir pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2000-2010 RTH Jakarta tersisa seluas 13,94%.

Berkurangnya luasan RTH diperkirakan dapat mempengaruhi keberadaan keanekaragaam hayati di perkotaan, yang berakibat munculnya masalah yang mempengaruhi keberadaan keanekaragaman hayati di alam.

Saat ini, Provinsi DKI hanya memiliki kurang lebih 14,95% ruang terbuka hijau dari total luas wilayahnya. Padahal undang- undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang jelas menunjukan bahwa sebuah kota harus memiliki RTH sebanyak 30% dari
total luas wilayahnya.

Dalam rangka menyambut Hari Keanekaragaman Hayati sedunia maka Biodiversity Warriors Yayasan Kehati menggelar Capture Nature pameran dan kompetisi Foto Hidupan Liar, acara berlangsung di Taman Dadap Merah, Kebagusan Jakarta Selatan pada tanggal 12/5/2018.

Staf Edukasi & Outreach Yayasan KEHATI, Ahmad Baihaqi mengatakan aksi ini bertujuan untuk memonitoring keberadaan berbagai jenis jamur makro, tumbuhan dan satwa liar perkotaan di Taman Dadap Merah,
Kebagusan, Jakarta Selatan.

Tumbuhan yang diamati merupakan tumbuhan
sumber pakan dan bermanfaat bagi satwa liar, sedangkan satwa liar yang diamati meliputi capung, kupu-kupu, herpetofauna (reptil dan amfibi), burung dan mamalia.

“Selain itu, aksi ini juga bertujuan untuk meningkatkan awereness masyarakat terhadap keberadaan dan peran pentingnya keanekaragaman hayati perkotaan” tandas Abay, Panggilan akrab Ahmad Baihaqi yang juga merupakan mahasiswa Prodi Magister Biologi Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional, Jakarta.

Kegiatan ini disambut antusias dari berbagai kalangan antaralain dari masyarakat yang dihadiri puluhan orang relawan (volunteer) Biodiversi Warriors Yayasan KEHATI yang berasal dari Biological Bird Club (BBC) Ardea Fakultas Biologi Universitas Nasional (FABIONA),
Kelompok Pengamat Burung (KPB) Nycticorax UNJ Jakarta, Kelompok Studi Primata (KSP) Macaca UNJ Jakarta, Kelompok Studi Hidupan Liar (KSHL) Comata UI, Prodi Magister Biologi Sekolah Pascasarjana Universitas
Nasional, Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) DKI Jakarta, Sekolah Cikal, dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta.

Para relawan memonitoring berbagai jenis jamur makro, tumbuhan, dan satwa liar dengan mengikuti jalur yang sudah ada dan seluruh bagian pada taman. Hasil monitoring keanekaragaman hayati di Taman Dadap Merah ini, nantinya akan diposting diwebsite www.biodiversitywarriors.org. Oleh Yayasan KEHATI, informasi tersebut akan disalurkan pada pembuat
kebijakan, organisasi lingkungan, dan lembaga penelitian.
Abay berharap, pada setiap ruang terbuka hijau dipasang papan informasi keanekaragaman hayati yang terdapat di ruang terbuka hijau.(yurike

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *