Maret 6, 2026

Sorotjakarta–

Seiring pesatnya kemajuan dunia modern saat ini, tantangan terbesar seluruh anak bangsa dalam konteks budaya daerah masing-masing menjadi penting untuk didudukan dalam sebuah pemikiran yang sama, untuk tetap mewariskan nilai-nilai budaya daerah kepada anak cucu kita kelak.

Keanekaragaman ini merupakan suatu kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan agar tidak dicuri atau ditiru oleh bangsa lain.

Berangkat dari berbagai pertimbangan dan juga konteks permasalahan masa kini, kelompok etnis Minahasa yang tergabung dalam perhimpunan warga Minahasa (Paimpuluan ne Tonsea) merasa terpanggil untuk mengambil bagian dalam merawat, mempertahankan, menjaga serta melestarikan budaya Minahasa ditengah derasnya arus globalisasi dan tuntuan jaman.

Ditemui dikediamannya, Ketua Umum Paimpuluan ne Tonsea Jorry S. Koloay mengatakan bahwa, budaya merupakan identitas bangsa yang harus dihormati dan dijaga serta perlu dilestarikan agar tidak hilang dan bisa menjadi warisan anak cucu kita kelak.

Jorry menambahkan bahwa sebagai bentuk tanggungjawab dan sumbangsih putra dan putri daerah Minahasa yang ada di perantauan, pada tahun 2017 ini Paimpuluan ne Tonsea berkesempatan untuk mengadakan sebuah acara Festival Budaya Tonsea – Minahasa yang diharapkan mampu memberikan output bagi pemerintah dan juga masyarakat Minahasa atau Sulawesi Utara.

Menyadari akan beratnya tantangan dalam menjaga dan melestarikan budaya Minahasa Paimpuluan ne Tonsea mengemas acara Fetstival ini dalam beberapa bagian yaitu Seminar Nasional dengan mengangkat tema Siklus Kehidupan Orang Minahasa sub Etnis Tonsea yang diselenggarakan di Anjungan Prov. Sulawesi Utara TMMI Jakarta, dan juga acara Permainan Rakyat Tonsea Minahasa” serta Pagelaran Adat dan Seni Budaya Tonsea – Minahasa yang dilaksanakan pada tanggal 24 November 2017 hingga 26 November 2017 di tiga lokasi yang berbeda di Jakarta.

Mari Torang Jaga dan Lestarikan Torang Punya Adat Budaya itulah slogan yang melekat dalam setiap sanubari warga Minahasa dan Sulawesi Utara dalam melestarikan adat dan budaya Tonsea Minahasa.(yurike)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *